Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

Alasan Cari Solusi, Kunker Saat Corona. Pengamat : Cuma Alibi Saja

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 12 April 2020, 14:16 WIB
MCMNEWS.ID | Analis Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –  Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, angkat bicara menyoal Kunjungan Kerja (Kunker) yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditengah pandemi Corona Covid-19.

Trubus mengatakan, seharusnya anggota DPRD turun ke daerah pemilihan (dapil) nya masing-masing, bukan malah melakukan kunjungan kerja (kunker).

“Mereka bisa ‘duduk’ di DPRD Kota Tangsel itu karena dipilih oleh masyarakat didapilnya masing-masing. Harusnya, mereka turun datangi masyarakat yang memilih mereka. Bukan malah kunker keluar kota,” kata Trubus saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/4/2020).

“Ketika mereka bilang kunker untuk mencari solusi bagi warga, menurut saya kurang pas mas. Karena saat ini masyarakat justru memerlukan regulasi dan aturan yang dapat membantu mereka ditengah kepanikan ini. Tindakan kunker mereka justru terlihat kurang empatinya terhadap keadaan,” lanjutnya.

Trubus mengungkapkan, Kunker yang dilakukan oleh para anggota DPRD PDI Perjuangan tersebut disinyalir guna mencari alibi untuk memenuhi pundi-pundi pribadi mereka.

“Iya (Kunker hanya cari ongkos). Itu (alasan mencari solusi bagi masyarakat) cuman alibi saja. Jadi menurut saya, (mereka) menunjukkan seperti lepas tanggung jawab dari Corona ini, atau bahkan mereka itu panik sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya melukai rakyat Tangsel, ujar Trubus, mereka pun ‘mengangkangi’ kebijakan walikota.

“Iya itu ‘mengangkangi’, kemudian menganggap remeh hal ini (kebijakan walikota soal Work From Home), hal Corona juga, jadi menganggap remeh. Seharusnya saat ini anggota dewan itu menyatu dengan Pemerintah Kota (Pemkot),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari PDI Perjuangan Tb. Bayu Murdani mengaku heran dengan kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan Fraksi PDI Perjuangan ditengah wabah corona.

Datang sebagai Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Tb. Bayu Murdani  menyatakan kunker yang dilakukan oleh para anggota legislatif (dari Fraksi PDI Perjuangan) tersebut dianggap kurang beretika dan berempati.

“Harusnya ada empati, ya mereka (anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan) harus menjadi contoh, harus jadi garda terdepan, ini malah kunker. Jadi salah enggak? Enggak salah juga, karena tidak ada bentuk aturan, belum ada, kalau dibawa pada kemanusiaan, ya empatilah dikit. Tentu Kunker kemana, kan semua wilayah lagi terpapar,” kata Bayu kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Putri Ayu Anisya menanggapi dengan mengatakan anggotanya melakukan Kunker guna mencari solusi bagi warga yang terdampak corona.

“Kunjungan Kerja (Kunker) kan bukan semata-mata perihal empati atau tidak empati, kami justru cari solusi bersama. Bayangkan dampak yang terjadi ditengah covid 19 ini, banyak warga yang kesulitan secara ekonomi, sulit cari makan, penghasilan menurun sedangkan kebutuhan meningkat,” kata Putri seperti dilansir media online di Tangsel, Kamis (9/4/2020).

back-to-top