Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Akan Terapkan New Normal, Fraksi PKS Minta Pemkot Tangsel Harus Persiapkan Dengan Matang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 05 Juni 2020, 12:38 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Fraksi PKS DPRD Tangerang Selatan Sri Lintang Rossi Aryani. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berencana menerapkan kebijakan ‘New Normal’ setelah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada tanggal 14 Juni 2020 mendatang.

Menanggapi itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel, Sri Lintang Rosi Aryani, meminta kepada Pemkot Tangsel untuk melakukan persiapan yang matang dan komprehensif.

Menurutnya, penerapan New Normal harys ekstra hati-hati, lantaran karena masih banyaknya pelanggaran dimasyarakat dan belum maksimalnya upaya penegakan PSBB oleh aparat Pemkot Tangsel.

“New Normal itu menurut pemahaman saya adalah terbentuknya kebiasaan atau budaya baru ditengah masyarakat dalam menghadapi wabah, seperti pembatasan jumlah orang dalam kerumunan, antrian, transportasi publik, ketersediaan fasilitas cuci tangan dan penggunaan masker di tempat umum, serta membiasakan masyarakat untuk tidak keluar rumah, kecuali penting dan mendesak,” jelasnya kepada Mcmnews, Jum’at, (5/6/2020).

Lintang mengungkapkan, Pemkot Tangsel sebaiknya tidak gegabah dalam mengambil keputusan, menurutnya, perlu melakukan kajian mendalam dengan para pakar dibidangnya. Dikatakan Lintang, bila Pemkot salah langkah, maka kebijakan tersebut dapat menyebabkan wabah semakin meluas dan kondisi ekonomi masyarakat kian terpuruk.

“Pemkot harus bisa merangkul semua stakeholder dan meningkatkan sinergisitas dengan Gugus Tugas Covid-19, serta mempublikasikan update data secara luas, berkala dan lebih transparan,” terangnya.

“Menyiapkan skenario tahapan implementasi New Normal juga penting, serta memberikan edukasi yang intens kepada masyarakat terkait dengan New Normal, terutama protokol kesehatan yang telah ditetapkan pada setiap tahapannya,” tambahnya.

Lintang mengatakan, pemberian bantuan sosial secara rutin juga harus dilakukan oleh Pemkot selama wabah Covid-19 belum berakhir.

Berikutnya, menurut Lintang, adalah tetap memberikan bantuan rutin kepada masyarakat selama wabah belum berakhir sebagai jaring pengaman sosial.

“Yang terpenting dalam penetapan setiap tahapan New Normal adalah terpenuhinya syarat dan ketentuan yang berlaku pada setiap tahapan, bukan semata ditetapkan berdasar waktu tertentu,” tandasnya.

back-to-top