Senin, 28 Sep 2020 | WIB

Ajak Wartawan Sidak, Anggota DPRD Kota Tangsel Beberkan Kejanggalan Di TPA Cipeucang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 02 Juni 2020, 21:36 WIB
MCMNEWS.ID | dok. spesial mcmnews

MCMNEWS.ID – Anggota Komisi IV dari Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Aji Bromokusumo, mengajak beberapa wartawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.

Dalam sidak itupun, Aji memberikan informasi tentang kejanggalan yang ia temukan di TPA Cipeucang.

Aji menyampaikan, bahwa usai diserahterimakan pada Desember 2019 lalu, tanggul penahan sampah (sheet pile) di TPA tersebut telah jebol. Padahal, dikatakan Aji, sheet pile itu belum genap enam bulan.

“Sejak diserahterimakan pada Desember 2019 lalu, akhir Mei kemarin sudah jebol. Kami tidak ingin berburuk sangka, tidak ingin menuduh, tetapi dengan berbagai kejanggalan, kami harus mengusut tuntas soal jebolnya tanggul penahan sampah ini,” kata Aji kepada wartawan, di TPA Cipeucang, Selasa (2/6/2020).

Selain jebolnya sheet pile, pihaknya pun menuntut analisa dampak lingkungan (Amdal) TPA Cipeucang. Pasalnya, TPA dibibir sungai merupakan pelanggaran hukum, karena akan merusak konservasi dan ekosistem air sungai.

“Tujuan kami hari ini udah jelas, kami akan menelusuri (jebolnya Sheet Pile), dan kami meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel terkait AMDALnya. AMDAL awal kenapa TPA bisa berada disini (Cipeucang),” tambahnya.

Menurutnya, jebolnya Sheet Pile tersebut, justru menimbulkan bau sampah di hampir seluruh warga Tangsel.

“Bau sampah sepertinya sudah hampir merata di seluruh Kota Tangsel. Baik warga yang tinggal didekat TPA Cipeucang, ataupun warga-warga yang jauh dari TPA ini. Semua merasakan dampak bau tak sedap,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam berita sebelumnya, Sekretaris DLH Kota Tangsel, Yepi Suherman, menyatakan masih fokus terhadap pengangkutan sampah yang longsor di Sungai Cisadane. Menurutnya, dalam jangka 10 hari kedepan, sampah sudah dapat dibersihkan dari badan sungai.

“Fokus kami sekarang supaya sampah yang ada sungai diangkat dulu, itu fokus kami. Untuk masalah konstruksi (perbaikan), karena kita mungkin dari segi spesialis ahli terbatas, kita juga meminta bantuan dari PUPR sudah komunikasi dan Wika bagaimana caranya untuk memperkuat,” kata Yepi terpisah.

back-to-top