Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

38 KK Warga Urban Di TPA Tangsel Belum Tersentuh, Akhirnya Dapat Bantuan Sembako Dari Pusat

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 21 Mei 2020, 18:03 WIB
MCMNEWS.ID | dok. (mcmnews.id)

MCMNEWS.ID – Terdapat 38 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Cipeucang, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun.

Salah seorang warga yang berprofesi pemulung, Teguh Prayitno, mengungkapkan, sejak adanya Virus Corona dan PSBB ia dan warga lainnya mengalami penurunan pendapatan, dari Rp 100 ribu per-hari menjadi Rp 20 ribu per-hari.

“Maaf pak menunggu, (saya) baru selesai mengais sampah plastik, soalnya sekarang pendapatan berkurang, biasanya satu hari Rp 100 ribu, tapi sejak covid Rp 20 ribu gara-gara virus corona pak,” kata Teguh.

Teguh mengungkapkan, bahwa warga yang tinggal di TPA rata-rata adalah penduduk pendatang dari berbagai daerah, namun sudah puluhan tahun tinggal di TPA tersebut.

Teguh mengatakan, dilokasi berbeda yaitu di Desa Poerna, terdapat 70 persen penduduk pendatang (200 Kepala Keluarga) tepatnya dibelakang pasar tradisional Serpong.

Salah seorang warga, Ita, yang memiliki KTP Kabupaten Lebak pun mengatakan demikian, bahwa selama ia hidup tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Terima kasih pak, makasih juga kepada pak Jokowi dan Relawan Gugus Tugas, saya sudah bersyukur dapat bantuan,” ungkap Ita, sambil meneteskan air mata, saat temui di Poerna, Serpong, Tangsel.

Wanita yang kesehariannya bergantung hidup dari berdagang kopi tersebut menyampaikan, di kampung nya daerah Lebak, juga belum pernah mendapatkan bantuan.

“Jangankan di sini pak, dikampung saya Lebak aja gak pernah dapat bantuan, apalagi kami di sini warga pendatang, makanya saya seneng bener dapat sembako ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 , Sigit Sutrisno, menjelaskan, bahwa awalnya ia sering “kongko-kongko” di daerah tersebut, salah satunya Desa Cipeucang dan Desa Poerna.

“Awalnya mereka banyak curhat ke saya, akibat PSBB jadi nggak makan sampe seminggu karena penurunan pendapatan. Maka dari itu saya data aja biar dapat bantuan sembako dari Gugus Tugas,” papar Sigit, yang juga berprofesi sebagai ojek online.

back-to-top