Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

119 Titik Banjir Di Tangsel, 4 Orang Meninggal, Kerugian Capai 28 Miliar

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 06 Januari 2020, 23:45 WIB
MCMNEWS.ID | Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Saat Keliling Tinjau Lokasi Banjir.

TANGSEL, MCMNEWS.ID –  Beberapa hari lalu, hampir seluruh banjir di Jabodetabek terendam banjir, termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah menginventarisir berbagai kerusakan fasilitas akibat banjir yang merendam 119 titik lokasi. Diprediksi kerugian total mencapai Rp28 miliar.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedikitnya ada 18 ribu jiwa terdampak akibat banjir. Para korban terbanyak berada di wilayah Kecamatan Pondok Aren, Setu, Pamulang, Serpong Utara, Ciputat, Serpong, dan Ciputat Timur.

“Itu total bangunan masyarakat, bangunan rumah warga, jalan, tanggul yang jebol, taman, maupun bangunan milik pemerintah. Diperkirakan total kerugian sebesar Rp28 miliar,” ungkap Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (6/1/2020).

Untuk perbaikan kerusakan tersebut, sambung Benyamin, Pemkot Tangsel telah menetapkan tanggap darurat selama 14 hari. Pihaknya berharap, dengan penetapan tanggap darurat tersebut pihaknya mendapatkan bantuan dari provinsi maupun dari pemerintah pusat.

“Nanti kita lihat prioritasnya apa. Rumah warga nanti kita cek lebih dalam seperti apa, jalan, infrastruktur segala macam. Yang jelas, Pemkot Tangsel akan melihat menginventarisir terlebih dahulu jenis kerugiannya apa saja. Rincian dari kerugian ini apa saja. Nanti pemkot akan berusaha sekuat mungkin membantu masyarakat,” tuturnya.

Benyamin menyampaikan jenis bantuan yang sudah disalurkan antara lain makanan siap saja, makanan bayi, bahan panganan, obat-obatan, pakaian serta tenaga medis. Untuk bantuan lainnya,kata dia, saat ini Pemkot Tangsel sedang merumuskan.

Banjir di Kota Tangsel sendiri telah surut sejak Kamis 2 Januari 2019 kemarin. Tercatat sekira 2500 warga yang mengungsi dengan 4 korban jiwa meninggal dunia, yakni Sutrisno (14), Arfan (70), Kasiem (60), dan Teguh Taufik (37).

Pemkot Tangsel sendiri mengklaim telah membuka Posko banjir sekira 31 titik lokasi. Tiap Posko berisikan personil gabungan antara BPBD, PMI, Dinkes, Satpol PP, Damkar, Dinsos, Tagana, Polri, TNI hingga Pramuka.

“Kemarin Posko ada 31 titik, jadi di Posko itu lengkap dengan dapur umum, bahan-bahannya dari Dinsos dan masyarakat sekitar yang tidak terkena dampak banjir,” imbuhnya.

back-to-top