Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Tak Terima Disebut Abal – Abal, Kontraktor Revitalisasi Monas Akan Somasi PSI

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 24 Januari 2020, 14:57 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara (BPN) membantah tudingan anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta yang menduga kontraktor pelaksana revitalisasi Monumen Nasional (Monas) abal-abal. Meski demikian, pihaknya mengakui menyewa virtual office di Jalan Nusa Indah No 33 RT 01 RW 07 Ciracas, Jakarta Timur. 

“Kami divonis atau dideskriditkan perusahaan abal-abal. Padahal legalitas perusahaan kami benar. Silahkan cek di PTSP. Betul, perusahaan kami berkedudukan di Jl. Nusa Indah, Nomor 33 RT 01 RW 07 Ciracas, Jakarta Timur. Tapi yang viral itu ada di belakang, yang kebetulan jatuh di mushola dan ada pabrik tahu. Di sana tidak ada papan nama perusahaan kami,” ujar Direktur Utama PT BPN, Muhidin Shaleh, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurut Muhidin pihaknya berencana melakukan somasi kepada politikus PSI DKI Justin Adrian Untayana. Langkah itu ditempuh karena PSI diduga telah melakukan pencemaran nama baik atas keberadaan kantor perusahaan.

“Kira-kira dalam waktu tiga sampai lima hari akan kami kirimkan somasi kepada yang bersangkutan,” ujar Abu Bakar.

Abu Bakar menyatakan somasi tersebut terkait cuitan Justin di akun media sosial Twitter pada Rabu, 22 Januari 2020 yang dianggap merugikan perusahaan. Di cuitan Justin itu menyebut ada kejanggalan pada alamat kantor perusahaan Bahana Prima yang ditelusuri berdasarkan Google Map dan dinilai kurang meyakinkan.

Pernyataan Justin, menurut dia, dianggap menimbulkan stigma di masyarakat bahwa keberadaan perusahaan tersebut ‘abal-abal’ alias palsu. Padahal, sebut Abu Bakar, perusahaan telah terdata dan memiliki izin yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sejak 1993 atas kepemilikan Muhidin Shaleh sebagai pemegang saham.

“PT Bahana Nusantara dari sisi dokumen kami punya legalitas dan validasi sehingga kemudian ditetapkan sebagai pemenang proyek,” kata Abu Bakar. Jika nantinya somasi tersebut tidak ditanggapi dengan serius, kata Abu Bakar, selanjutnya pihak mereka akan menempuh jalur hukum.

back-to-top