Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Sudah Status KLB, Namun Kesiapan RS Di Tangsel Belum Memadai

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 22 Maret 2020, 12:02 WIB
MCMNEWS.ID | Alexander Prabu bersama Aji Bromokusumo anggota DPRD Fraksi PSI, mendatangi RSUD Kota Tangsel untuk mengecek kesiapan RSUD dalam penanganan pandemi Covid-19. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –  Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak agar Walikota Tangsel, Airin Rachmy Diani, menetapkan Status Tanggap Darurat terhadap Wabah penyebaran Virus Covid-19.

Hal itu dikatakan Alexander Prabu usai dirinya bersama Aji Bromokusumo yang juga merupakan anggota DPRD Fraksi PSI, mendatangi RSUD Kota Tangsel untuk mengecek kesiapan RSUD dalam penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

“Fokus semua orang sekarang tertuju kepada jumlah pasien dan bagaimana pasien dirawat, namun hanya sedikit yang memikirkan bagaimana para tenaga medis kita berjuang, padahal para dokter dan perawat ini adalah pejuang digaris depan dalam menghadapi Covid-19,” Kata Alex sapaan akrabnya, dalam rilis yang diterima Mcmnews.id, Minggu, (22/3/2020).

Sementara itu, Aji Bromokusumo mengungkapkan, dirinya mempertanyakan kesiapan ruangan isolasi dan perlengkapan yang ada di RSUD dalam menangani pasien Covid-19.

“Dr. Taufik (Kepala Keperawatan RSUD Kota Tangel) menyampaikan bahwa dulu di saat flu burung merebak, disediakan kontainer khusus di belakang RSUD yang menangani para pasien flu burung, harapan beliau semua pihak, Eksekutif dan Legislatif bisa mendorong terwujudnya fasilitas khusus untuk menangani Covid-19 ini,” Kata Aji 

“Secara umum, kesiapan rumah sakit-rumah sakit di Tangerang Selatan masih belum memadai untuk penanganan wabah Covid-19 ini,” lanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini Kota Tangsel menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran wabah Virus Covid-19.

Sekedar informasi, dalam data yang diterima mcmnews.id pada Sabtu, (21/3/2020), jumlah korban yang meninggal akibatVirus Covid-19 di Kota Tangsel totalnya sudah mencapai 4 orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 115 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 56 orang. Lalu yang dinyatakan positif dan sedang dirawat ada 4 orang.


back-to-top