Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Sejak Ramai Corona, Harga Rempah-rempah di Tangsel Malah Melonjak

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 21 Maret 2020, 17:02 WIB
MCMNEWS.ID | Permintaan untuk rempah-rempah seperti Jahe, Temulawak, dan Kunyit mengalami kenaikan di Pasar Cimanggis, Ciputat. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –  Semenjak merebaknya pemberitaan penyebaran kasus virus Covid-19 di Indonesia, harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik, salah satunya di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pantauan Mcmnews.id dilokasi, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan bahan rempah-rempah mengalami kenaikan harga yang bervariasi.

Salah seorang pedagang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Pasar Cimanggis, Rijal (40), mengatakan, gula merupakan bahan pokok yang mengalami kenaikan paling signifikan.

“Kaya Gula kalau sekarang memang jarang, udah gitu harganya mahal, beberapa merk Gula berkualitas sudah tidak ada barangnya,” kata Rijal, Sabtu, (21/3/2020).

“Dari harga Rp 560.000 sekarung jadi harga Rp 800.000 sekarung, kalau untuk jual sebelumnya Rp 13.000 perkilo, sekarang saya jadi Rp 18.000. Ini kedepan akan naik terus kayaknya, abisnya tidak ada barang,” lanjutnya.

Sementara itu menurut Rijal untuk beras tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan, hanya saja kualitas barangnya yang mengalami penurunan.

“Kalau beras si kenaikan harganya tidak terlalu besar, biasanya saya jual paling murah ada yang Rp 8500, sekarang minimal Rp 9000, itupun kualitas menurun,” ungkapnya.

Rijal juga menjelaskan, saat ini pendapatan tokonya mengalami penurunan, hal itu dikatakan Rijal usai ramai pemberitaan tentang penyebaran Virus Covid-19.

“Memang namanya dagang tidak menentu ya mas, tapi semenjak ada pemberitaan itu semakin sepi,” jelasnya.

Kondisi berbeda justru dirasakan salah seorang pedagang rempah-rempah, Ega (42), ditemui ditempat yang sama, Ega justru mengungkapkan bahwa permintaan untuk rempah-rempah seperti Jahe, Temulawak, dan Kunyit mengalami kenaikan, namun Ega tidak menampik jika stok barang mengalami penurunan dan lonjakan harga yang sangat tinggi.

“Kalau rempah-rempahan tidak sepi, justru rame mas, tapi memang barang sudah mengalami kesulitan dan harganya mahal,”

“Jahe itu awalnya saja dijual Rp 45.000 sekilo, sekarang jadi Rp 70.000 sekilo. Kalau temulawak biasanya saya jual Rp 20.000 kemarin sempet jual Rp 40.000, tapi sekarang harganya Rp 30.000. Kalau Kunyit naiknya tidak begitu signifikan, dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 25.000,” lanjutnya.

back-to-top