Senin, 28 Sep 2020 | WIB

Persiapkan Pengganti Airin, Golkar Tangsel Tak Mau Gegabah Usung Calon

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 07 Februari 2020, 8:23 WIB
MCMNEWS.ID | Sekretaris DPD Partai Golkar Tangsel Abdul Rosyid. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2020 banyak diwarnai oleh calon-calon yang bukan berasal dari kader partai politik (parpol).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rosyid mengatakan bahwa partai golkar memiliki banyak kader yang berpotensi untuk meneruskan kepemimpinan Airin, namun ada mekanisme yang harus dilakukan sebelum menunjuk seseorang.

“Kita banyak potensi kader di partai Golkar, namun menentukan keputusan ada mekanisme dengan berbagai macam pertimbangannya, kita melihatnya tidak secara parsial, kita melihatnya secara komprehensif.” kata pria yang akrab disapa Ocil kepada wartawan, Kamis, (6/2/2020).

“Ada beberapa instrumen yang dipakai, misalnya kita mendengar suara dari teman-teman Golkar, kemudian menggunakan survei, jadi ada instrumen yang kita siapkan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kesuksesannya.” lanjutnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pengamat politik dari Financial Reform Institute, Ichsan Modjo, mengatakan bahwa kurang berkualitasnya kader parpol, membuat parpol ‘ogah’ mengusung kader untuk menjadi Walikota atau Wakil Walikota di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Nama-nama yang muncul dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di Tangsel itu didominasi dari kalangan biroksasi dan akademisi. Siti Nur Azizah, Tomi Patria, Muhammad, dan Benyamin Davnie berasal dari kalangan birokrasi, sedangkan suhendar dan Fahd pahdepie yang berasal dari kalangan akademisi.

“Kan ada beberapa variabel penilaian dari parpol, soal elektabilitas dan kemampuan finansial menjadi salah satu indikator kualitas kader untuk dicalonkan. Saat ini, jika fenomenanya tidak ada kader yang diusung oleh parpol, bisa jadi dua alasan tersebut yang membuat parpol mengusung pihak lain,” kata Ichsan kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

back-to-top