MCMNEWS.ID | Walikota Tangsel, Benyamin Davnie. Dok: humas
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana angin puting beliung di Ciputat.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga atau BTT untuk membantu warga.
Selain itu, lanjut Benyamin, pihaknya juga akan menggandeng beberapa perusahaan yang ada di Kota Tangsel untuk turut berkontribusi melalui dana CSR.
“Prinsipnya kami Pemkot akan berikan bantuan, bisa melalui BTT atau juga kita sedang usahakan CSR-CSR dari perusahaan, jadi kita bergerak bersama untuk bantu korban musibah angin puting beliung di Ciputat,” kata Benyamin, dalam keterangan tertulisnya kepada MCMNEWS.ID, ditulis Minggu, (25/9/2022).
Benyamin menyebut pihaknya juga tengah melakukan kajian terkait bantuan yang akan diberikan. Hal itu, lanjut Benyamin, agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami akan memberikan bantuan yaa menyesuaikan, nanti kita hitung-hitung dulu besaranya berapa dan melalui dinas mana yang akan turun memberikan bantuan,” tuturnya.
“Kita siapkan dulu regulasinya, saru perak pun yang keluar kan harus dipertanggungjawabkan, jadi kami ingin pastikan secara regulasi tidak menyalahi aturan, secara implementasi nyata-nyata dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi Partai Gerindra, Zulfa Sungki Setiawati, meminta Pemkot Tangsel untuk segera turun membantu masyarakat yang terdampak bencana angin puting beliung.
Menurut Zulfa, meski angin puting beliung merupakan tragedi alam, namun kejadian tersebut menyisakan dampak yang cukup besar bagi masyarakat.
“Pemerintah harus turun tangan, setidaknya ada bentuk simpati dari pemerintah kepada masyarakatnya,” kata Zulfa beberapa waktu lalu, Kamis, (22/9/2022).
“Meski tidak semua diperbaiki namun tetap pemerintah harus turun, yang terpenting ada bentuk perhatian pemerintah terhadap rakyatnya. Karena itu masuknya kejadian bencana yang tidak dapat diantisipasi, mungkin bisa menggunakan anggaran darurat (Biaya Tak Terduga, red),” pungkasnya.
Diketahui, beberapa hari yang lalu bencana angin puting beliung melanda sebagian wilayah Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak Kelurahan Ciputat, sedikitnya terdapat 441 rumah, 3 sarana ibadah dan 1 sekolah mengalami rusak.