Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

Menjadi Wilayah Rentan, Uten Menduga Fakta Korban Di Tangsel Lebih Banyak Dari Yang Diinformasikan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 25 Maret 2020, 17:01 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Tangerang Selatan Club, Uten Sutendy. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Presiden Tangerang Selatan Club, Uten sutendy, menilai Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi wilayah yang sangat rentan terkena penyebaran wabah Virus Covid-19.

Hal itu dikatakan Uten, karena wilayah Kota Tangsel yang berdekatan dengan Jakarta yang memiliki korban terbanyak hingga saat ini, ditambah sebagian besar warga Tangsel bekerja di Jakarta.

“Tangsel juga dekat dengan bandara Internasional Soekarno Hatta, dimana sebagian pilot, pramugari dan staf pegawai dari Airport dan maskapai penerbangan tinggal di wilayah Tangsel,” kata Uten, dalam keterangan yang diterima mcmnews.id, Rabu, (25/3/2020).

Uten menjelaskan, banyaknya warga Tangsel yang bekerja sebagai profesional di luar negeri juga menjadi faktor Tangsel menjadi kota yang rentan terhadap penyebaran virus yang sudah memakan 4 korban jiwa di kota yang memiliki motto Cerdas, Modern, dan Religius tersebut.

“Bukan hanya itu, sebagian warga Tangsel high level job yang banyak bekerja sebagai profesional di luar negeri. Itu sebabnya, dibandingkan dengan kota-kota dan daerah lain di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat, Kota Tangsel sangat rentan menjadi tempat mewabahnya virus ganas covid-19,” jelasnya.

Meski Pemerintah Kota Tangsel, melalui tim Gugus Tugas telah merilis jumlah korban meninggal akibat Virus Covid-19 sebanyak 4 orang. Namun dirinya meyakini sampai saat ini Pemerintah Kota Tangsel belum transparan dalam menginformasikan perkembangan jumlah korban yang sebenarnya.

“Tapi saya meyakini ada jumlah korban yang meninggal dan  tersuspect lebih besar lagi dibalik data yang dipublikasikan Pemerintah Kota,” katanya.

“Selain karena posisi geografis dan tingkat pergaulan warga kotanya, juga karena cara Pemerintah Kota yang lamban, kurang sigap, dan kurang profesional dalam menentang kehadiran wabah dunia tersebut,” tambahnya.

Oleh karena itu, Uten berharap pemerintah kota bisa melakukan terobosan lebih berani di luar cara cara berfikir dan tindakan biasa untuk mengajak warga bekerja sama menghadapi wabah.

“Pastikan anggaran yang cukup untuk belanja masker dan cairan disinspektan sebanyak mungkin. Pastikan semua jajaran pemerintah sampai ke tingiat RT RW harus aktif melakukan gerakan  tindakan stay at home,” usulnya.

“Pastikan kapan seluruh wilayah dan ruang ruang publik bisa disemprot dengan diinspektan. Buat pusat informasi dan pengaduan seputar Corona yang benar benar aktif. Membuat laporan secara intensif setiap hari ke pubkik melalui  jumpa pers dan sosialisasi di medsos. Lakukan atau buat laporan se-transparan mungkin, jangan ada sedikitpun yang ditutupi dengan alasan apapun,” tandasnya.

back-to-top