Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

Kritisi Anggota Dewan Tangsel ‘Kunker’, SKAB : Patuhi BAMUS, Tapi Mereka Abaikan Himbauan Presiden

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 09 April 2020, 22:24 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Umum Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Dodi Prasetya Azhari. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –   Sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapatkan banyak kecaman lantaran tetap melakukan kunjungan kerja (kunker) ditengah mewabahnya penyebaran Virus Corona Covid-19

Ketua Umum Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Dodi Prasetya Azhari, angkat bicara tentang ulah sebagian anggota DPRD tersebut.

Ia mempertanyakan pentingnya kunjungan kerja itu dilaksanakan, sehingga harus disegerakan berangkat ke beberapa kabupaten atau kota.

“Saya kecewa dengan Anggota DPRD Tangsel itu. Pemerintah sudah mengimbau agar tidak melakukan kegiatan ditengah wabah Corona ini,” katanya, saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4/2020).

Pria yang akrab disapa Dodi itupun mengatakan, bila alasan Kunjungan kerja karena keputusan Badan Musyawarah (Bamus), menurutnya itu terlalu mengada-ada.

“Hasil Bamus itu kan bukan keputusan hukum pasti yang harus segera dilaksanakan, sifatnya masih bisa ditunda. Kenapa terlalu dipaksakan mereka Kunker saat pandemi ini ?” tanyanya.

“Jangan mentang-mentang mereka anggota Dewan bisa senaknya. Harusnya mereka itu jadi panutan, jangan malah kontra produktif sikap mereka, disisi lain pemerintah mengimbau agar masyarakat diam dirumah, dimana empatinya ?,” tambahnya.

Dodi mengatakan, anggota DPRD selaku pejabat publik sebaiknya bisa menunda kegiatan di luar daerah jika kegiatan itu tidak sangat penting dan mendesak.

“Apa yang dilakukan anggota DPRD Tangsel tersebut melanggar himbauan presiden, gubernur dan walikota. Sangat berisiko, perlu upaya ekstra hati-hati, apalagi sekarang ini situasinya lagi pandemi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, menurutnya, jika kunjungan kerja anggota dewan itu belum begitu sangat penting, sebaiknya kunjungan itu bisa dijadwalkan lain waktu sampai kondisi normal.

“Bila tidak begitu penting kenapa harus dikerjakan, penting itu misalnya kunjungan kerja ini mendesak karena berkaitan dengan masyarakat banyak. Kalau masih bisa ditunda,kenapa tidak ditunda?,” tutur Dodi.

“Rasanya perlu dilakukan audit hasil kunker, harus ada audit. Karena tidak ada keterangan cukup informasi hasil dari kunker. Jika tak ada hasil maka uangnya harus dikembalikan ke kas daerah” tutup dodi.

back-to-top