Detail

Ketua DPRD Lampung Utara Di Laporkan Ke Polisi, Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Jurnalis

Wednesday, 15 September, 2021, 22:23 WIB
Penulis: Bang Noy

MCMNEWS.ID   –  Seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara dilaporkan ke polisi. Ia dilaporkan karena diduga menganiaya wartawan.

Menurut pengakuan korban, Efriyantoni (44), awak media hariansumatera.com, kronologis kejadian di ruang Fraksi PAN DPRD Lampung Utara pada Rabu, 15 September 2021, sekitar pukul 13.00 WIB. Terlapor adalah Ketua DPRD Lampung Utara, Romli.

Efriyantoni pun telah membuat laporan kepolisian atas dugaan penganiyaan yang dialaminya yang terjadi di gedung DPRD Lampung Utara, Selasa (15/9/2021), sekira pukul 13:20 WIB.

Hal tersebut terungkap dalam surat tanda penerimaan Laporan bernomor STPL/B-1/976/IX/2021/SPKT/Polres Lampung Utara/Polda Lampung, Rabu 15 September 2021 yang diterima langsung atas nama Kepolisian Resort Lampung Utara Kanit 1 SPKT Aipda Hendra Dinata Mahdi.

Dalam STPL tersebut Efriyantoni warga Jalan Pahlawan No 12 Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara tersebut menerangkan awal peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

Berdasarkan surat laporan itu, Efriyantoni mengaku peristiwa penganiayaan berawal korban Efriyantoni dipanggil oleh RM yang kebetulan menjabat sebagai Ketua DPRD Lampung Utara, sebanyak tiga kali di depan ruang Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPRD setempat.

Kemudian, korban mendatangi pelaku dan diajak masuk dalam ruang Fraksi PAN tersebut.

“Saat didalam ruangan Fraksi PAN itu, korban ditanya mengapa menyerang pribadinya. Tulisan kamu itu sudah di screenshot. Korban menjawab tidak merasa seperti itu. Kalau benar silahkan laporkan saya,” sebut Efriyantoni.

Kemudian, pelaku tidak terima dan langsung menghardik sambil melempar bogem mentah ke arah muka Efriantoni. Selanjutnya, korban diajak keluar ruangan sambil dirangkul oleh pelaku, dan korban kembali mendapat tinjuan di bagian wajah.

“Untuk apa melawan, toh di sana adalah kantor mereka. Apa lagi beliau bukan orang sembarangan, mana mungkin kita melawan. Saat kejadian banyak yang melihat, mulai dari staf sampai ajudan. Untung direlai sehingga tak terjadi hal-hal yang lebih parah,” tandasnya.

Saat kejadian kata Efriyantoni, banyak yang menyaksikan diantaranya ajudan Ketua DPRD, Sopir, beberapa Anggota Dewan, Wartawan, dan beberapa Staf Honorer di DPRD Lampung Utara.

Menurut keterangan Efriyantoni, setelah itu, dirinya langsung pergi ke RSUD Ryacudu Kotabumi untuk melakukan visum dan langsung menuju polres Lampung Utara untuk melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Eko Rendi, mewakil Kapores AKBP, Kurniawan Ismail membenarkan perihal laporan tersebut. Saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tindak pidana itu, dan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi, termaksud ajudan Ketua DPRD Lampura yang bernama Heri.

“Laporan sudah kita terima. Saat ini, dalam tahap penyelidikan. Dalam laporan itu, korban mengalami tindak kekerasan oleh oknum Ketua DPRD Lampura. Laporan akan kita tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Belum diketahui pasti motif hingga terjadi pemukulan tersebut. Sementara saat dikonfirmasi Ketua DPRD Lampung Utara Romli, sudah tidak ada dikantornya, saat dihubungi via telepon selulernya di nomor 081369996XXX hingga pukul 16.50 WIB, dalam kondisi non aktif.