Senin, 26 Okt 2020 | WIB

Julham Bantah Jubir Gugus Tugas Tangsel, PSBB Gagal Karena Belum Ada Jaminan Pangan Rakyat

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 27 April 2020, 19:23 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, angkat bicara soal pernyataan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel, Dr Tulus Muladiono, yang menyatakan bahwa kegagalan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Tangsel karena ketidaksiplinan masyarakat.

Menurutnya, kegagalan pelaksanaan PSBB di Kota Tangsel bukan karena masyarakat yang tidak disiplin, namun minimnya gagasan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam menyelesaikan permasalahan. Dikatakan Julham, seharusnya peraturan itu harus disertai dengan kenyamanan masyarakat, khususnya kebutuhan pangan.

“Pancasila adalah dasar gagasan yang harus menjadi modal dalam melawan pandemi ini, bukan malah nyalahin masyarakat masih bandel, namun jaminan pangan rakyat tidak teratur dan difokuskan,” kata Julham, kepada Mcmnews.id, Senin, (27/4/2020).

“kalau ketahanan pangan rakyat terjaga, terawasi, dan tersalurkan, Insya Allah akan tercipta ketertiban hukum dan ketertiban aturan. jadi selaraskan antara aturan dan kemakmuran rakyat,” tambahnya.

Julham menjelaskan, pembagian bantuan yang tidak terarah dan liar akan menjadi tumpang tindih dimasyarakat, menurutnya harus ada sentral pangan untuk mengantisipasi lamanya pandemi di Kota Tangsel, serta mewaspadai gesekan sosial ditengah masyarakat.

“Kalau ketahanan pangan dibuat satu pintu, itu akan menjadi kekuatan wilayah karena bantuan dari luar, bantuan pusat, bantuan donatur, itu akan terarah dan merata. Jadi rakyat lapar tau kemana dia akan mencari beras dan ruang korupsi tidak ada karena pengawasan terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat, baik itu Organisasi, LSM dan lainnya,” tambahnya.

“Karena yang harus diurus oleh Pemerintah Kota Tangsel bukan hanya orang Tangsel saja, tetapi masyarakat yang tidak berKTP Tangsel, namun tinggal di Tangsel, karena hak hidup dan hak jaminan pemerintah itu sudah diatur oleh undang-undang,” tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dr Tulus Muladiono, menyebut kedisiplinan masyarakat sebagai akibat kegagalan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangsel selama sepekan ini.

“Masyarakat belum paham fisical distancing. Disiplin diri saja ngga mampu,” kata Dr Tulus, Minggu, (26/4/2020).

back-to-top