Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Jangan Terlalu Panik, Pasien RS Permata Pamulang Bukan Terjangkit Corona

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 03 Maret 2020, 17:00 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa terdapat dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus Corona, masyarakat Indonesia diberbagai kota mulai merasakan kepanikan, tak terkecuali kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Terakhir tersiar kabar bahwa salah satu pasien yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Permata Pamulang, diduga terjangkit virus Corona.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel, Deden Deni, menyarankan agar masyarakat tidak perlu panik, terlebih terhadap informasi pasien terduga terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Permata Pamulang.

Pasalnya, pasien tersebut dinyatakan memiliki riwayat asma, bukan terjangkit virus corona.

“Iya pasien yang di (RS) Permata Pamulang itu sudah dinyatakan negatif virus corona. Tadi dapat informasinya, pasien pulang dari Malaysia terus ketakutan karena sesak napasnya. Setelah diperiksa, pasien yang dimaksud memliki riwayat asma, jadi bukan terjangkit virus corona,” kata Deden saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3/2020).

Deden menambahkan, masyarakat tidak perlu terlalu panik, terlebih terhadap reaksi pembelian bahan makanan dan masker, yang berujung kepada mahalnya barang-barang tersebut.

“Masyarakat ngga perlu panik. Seperti membeli makanan secara berlebihan dan masker. Sehingga sekarang barang-barang tersebut menjadi langka dan mahal. Kasihan masyarakat. Sekarang kita sosialisasikan ke masyarakat, agar tidak perlu panik,” tambahnya.

“Saat ini jika masyarakat ada yang merasakan gejala-gejala virus corona dapat memeriksakan ke puskesmas-puskesmas terdekat. Sekarang yang komplit itu alatnya ada di Eka Hospital. Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat, supaya tidak terjadi masalah yang lain. Nanti puskesmas-puskesmas memberikan edukasi, jangan sampai ada oknum-oknum yang mengambil kesempatan dalam situasi seperti ini,” lanjutnya.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu panik, terlebih terhadap pembelian makanan dan masker, yang berujung kepada mahalnya barang-barang tersebut.

“Masyarakat engga perlu panik. Seperti membeli makanan, masker. Sehingga sekarang barang-barang tersebut menjadi langka dan mahal. Kasihan masyarakat. Sekarang kita sosialisasikan ke masyarakat, agar tidak perlu panik,” tambahnya.

back-to-top