Detail

Jakpreneur Fest: Kolaborasi Untuk UMKM Agar ‘Go Global’

Senin, 25 Oktober, 2021, 22:03 WIB
Penulis: Irfan

MCMNEWS.ID – Jakarta Entrepreneur Festival (Jakpreneur Fest) 2021 telah dilaksanakan sejak 24 Mei 2021 sampai 27 Juni 2021 oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Jakarta Experience Board dan didukung oleh PT. Shopee Indonesia beserta kolaborator lain.

Event tersebut dilakukan sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan pihak lainnya dalam memajukan UMKM secara Global.

Sebenarnya, malam apresiasi dilaksanakan pada bulan Juni, namun karena angka covid-19 masih relatif tinggi dan harus menerapkan PPKM pada saat itu, maka Malam Apresiasi Jakpreneur Fest 2021 dilaksanakan pada Minggu (24/10/2021) malam di Museum Mandiri Kota Tua Jakarta.

Dalam acara apresiasi tersebut, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan sektor swasta merupakan solusi dalam mewujudkan ekosistem digital agar UMKM dapat bersaing secara global.

Sinergi antara pemerintah dan swasta ini salah satunya melalui program Jakprenuer 2021 yang digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, JXB, dan Shopee yang diharapkan dapat membawa UMKM Jakarta naik kelas, bahkan hingga dapat menembus pasar global.

“Jakpreneur Fest ini merupakan solusi bagi UMKM di tengah pandemi COVID-19. Kita tahu pandemi telah berdampak besar bagi UMKM, baik supply dan demand. Di tengah daya beli masyarakat yang melemah saat ini, maka berbagai upaya kolaborasi antara pemerintah dengan e-commerce juga sangat membantu. Kami memiliki catatan, UMKM yang bisa bertahan adalah yang bertumpu di ekosistem digital,” ujar Teten.

UMKM merupakan titik tumpu yang memiliki andil besar dalam perputaran roda perekonomian Indonesia, termasuk untuk para pelaku usaha lokal di DKI Jakarta. Terdapat 1,1 juta UMKM di Jakarta yang berpotensi untuk dikembangkan melalui sinergi antara pihak pemerintahan dan instansi swasta guna berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Teten juga mengatakan agar UMKM bisa segera berakselerasi dan meningkatkan daya saing UMKM agar bisa berkompetisi dengan produk luar yang masuk ke Indonesia.

“Kita harus meningkatkan daya saing UMKM supaya lebih produktif, lebih ekonomis, juga produk-produknya sudah mulai masuk yang berbasis kreativitas dan inovasi teknologi dan dengan itu kita bisa membangun ekonomi nasional berbasis ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri memiliki target 30 juta UMKM yang go digital pada 2024. Untuk mencapai harapan tersebut dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta untuk memajukan UMKM.

“Kita perlu kerja bareng dengan pemerintah daerah dan e-commerce dan para pendamping untuk melakukan literasi digital, literasi produk, memperbaiki branding dan lain sebagainya supaya UMKM kita segera mendorong untuk digital,” kata Teten.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah membangun Jakpreneur.

Dalam sambutannya Anies Baswedan mengatakan, Jakpreneur berhasil menumbuhkan 281.000 entrepreneur baru. Hal ini melampaui target sebelumnya sebanyak 200.000 enterpreneur.

“Targetnya adalah bisa menumbuhkan dua ratus ribu enterpreneur baru di tahun 2022. Dan Alhamdulillah target itu tidak tercapai, tapi terlampaui. Karena yang muncul sekarang adalah 281.000 anggotanya” kata Gubernur DKI Jakarat itu.

Selain itu, Anies juga mengatakan, pada prinsipnya, Jakarta perlu membentuk ekosistem yang sehat agar UMKM dapat berkembang.

“Prinsip kami bukan mengecilkan yang besar, tetapi membesarkan yang kecil. Jakpreneur menjadi bagian dari janji kita, bahwa dengan adanya 44 pusat pendampingan ditargetkan hadirnya 200.000 wirausaha baru. Namun, target ini tidak tercapai, tetapi terlampaui sejumlah 281.000 UMKM baru,” ujar Anies.