Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Imbas Corona 1582 Warga Tangsel Kena PHK, Airin : Buat Kartu Prakerja Biar Dapat Dana Insentif

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 14 April 2020, 16:34 WIB
MCMNEWS.ID | Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Dampak dari penyebaran wabah Virus Corona Covid-19 mulai dirasakan oleh para pekerja di Tangerang Selatan (Tangsel), tercatat 1582 Pekerja di Tangsel terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menanggapi itu, Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengatakan, bahwa para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat segera membuat kartu prakerja untuk mendapatkan dana insentif.

“Kami sudah diinstruksikan, kemarin sudah ada vcon (video conference) dengan Menteri Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan bahwa ada kartu prakerja yang diberikan oleh pak Presiden dan kemarin sudah dibuka laporan dari Dinas Ketenagakerjaan,” kata Airin, kepada wartawan, Senin, (13/4/2020).

Airin mengatakan, saat ini di Dinas Ketenagakerjaan, sudah sebanyak 1800 pekerja melakukan pendaftaran. Namun dikatakan Airin, dari yang sudah melakukan pendaftaran belum semuanya diverifikasi.

“Belum yang terverifikasi (namun) sudah terdaftar, kepala Dinas Ketenagakerjaan mengatakan ada kurang lebih 1800,” katanya.

“Jadi pada intinya berharap (pendaftaran) kartu prakerja ini harus bergulir, kalau sepanjang masih ada kuota kenapa tidak, bisa didaftarkan untuk menghadapi PHK,” tambahnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel, Yanti Sari, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk melakukan pendaftaran, para pekerja bisa mengakses di website www.prakerja.go.id yang disediakan oleh Pemerintah Pusat.

Yanti mengatakan, untuk waktu pendaftaran, kebijakan dari Kementerian Ketenagakerjaan dibuka sampai akhir bulan November 2020.

“Kalau melihat flyer dari kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) pendaftaran sampai akhir November, tetapi dalam beberapa gelombang, jadi kalo belum masuk digelombang April ini, bisa ikut digelombang berikutnya,” kata Yanti, Selasa, (14/4).

Untuk jumlah pekerja yang di PHK, Yanti mengungkapkan, bahwa masih ada kemungkinan untuk bertambah.

“Belum diverifikasi kelengkapan data-datanya, nanti kemungkinan juga bisa bertambah atau berkurang kalau data-datanya belum lengkap.” tandasnya.

back-to-top