Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Hardiknas 2020, Alex Dewan PSI Tangsel Kritisi Sistem Pendidikan Yang Belum Imbang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 02 Mei 2020, 20:44 WIB
MCMNEWS.ID | Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alexander Prabu. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –  Dalam mementum hari pendidikan nasional yang diperingati pada tanggal 2 Mei 2020, anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alexander Prabu, mengutarakan pendapatnya tentang sistem pendidikan di Kota Tangsel.

Pria yang akrab disapa Alex itupun mengatakan, mutu pendidikan di Tangsel sangat beragam, Hal itu terjadi karena Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik dan input siswa berbeda-beda.

“Ada kesenjangan disini, pada umumnya sekolah yang dikelola oleh yayasan yang berafiliasi dengan agama di sekolah dengan baik dan serius. Sehingga output peserta didik juga kelihatan bagus,” kata Alex, kepada Mcmnews.id, Sabtu, (2/5/2020).

“Sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan tadi menekan pada nilai-nilai universal sebagai penghayatan iman. Ini yang membuat orang tua peserta didik dan peserta didik tertarik untuk sekolah tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, untuk sekolah negeri sudah mulai mengalami peningkatakan mutu, namun dikatakan Alex, itu hanya sebatas akademik.

“Sekolah negeri sudah mulai meningkat mutu pendidikannya tapi hanya sebatas akademik. Perlu diperkuat dengan pendidikan nilai dan karakter yang kuat dari seluruh komponen sekolah dan harus dicontohkan serta diterapakan, bukan hanya teori,” katanya

“Ini penting karena nilai-nilai hidup akan kuat dan berakar jika peserta didik mendapat teladan dari pimpinan, guru, karyawan di sekolah. Syukur kalo di rumah peserta didik mendapat teladan juga dari orangtua. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Negeri, maka SDMnya harus bermutu. Jadikan guru yang cerdas hati dan otak menjadi pimpinan sekolah. Budayakan apresiasi bagi siswa, guru yang berprestasi sekecil apapun sebagai budaya baru,” lanjutnya.

Untuk segi fisik gedung, menurut Alex masih perlu penambahan gedung, karena jumlah saat ini tidak menampung.

“Kalau dari segi fisik, maka perlu membangun sekolah SMP Negeri baru agar bisa menampung lukusan SD. Karena jumlah gedung SD Negeri dan SMP tidak berimbang,” jelasnya.

“Jadikan sekolah Negeri lain yang sudah baik atau sekolah swasta yang bermutu menjadi benchmark bagi sekolah negeri atau swasta yang belum bagus,” tandasnya.

back-to-top