Rabu, 30 Sep 2020 | WIB

Gadis Remaja Mabuk di Bone Ngeprank Tenaga Medis, Mengaku Terpapar Covid-19

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 11 Mei 2020, 22:55 WIB
MCMNEWS.ID | Anisa Rahma (20) dan 3 temannya diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kejang terkena virus Corona (COVID-19) di Bone, Sulsel. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Seorang wanita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Anisa Rahma (20) diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kejang terkena virus Corona (COVID-19). Anisa melakukan aksinya itu di sebuah rumah sakit di Bone. 

Tenaga medis rumah sakit yang berada di Kabupaten Bone, Sulsel, tertipu, ternyata wanita berasal Jalan Wajo, Kecamatan Tanete Riattang ini, dalam pengaruh alkohol alias mabuk.

“Ia masuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak dan kejang-kejang usai kontak dengan pasien positif Covid-19 dari Papua. Saat diperiksa, ternyata ia bau alkohol dan pura-pura pingsan. Cek per cek ternyata dia ini cuma mabuk, jadi disuruh pulang,” kata Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, Sabtu 9 Mei 2020.

Ramli menceritakan, jika pasien ini merupakan pasien rujukan dari rumah sakit Hapsah. Pasien mendatangi Rumah Sakit Hapsah sekitar pukul 05.40 WITA dengan keluhan sesak dan Kejang-kejang.

Tim medis kemudian melakukan proses pemeriksaan dan mengakui jika ia habis kontak dengan pasien positif Covid-19 asal Papua. Dan pasien inipun langsung diobservasi dilakukan penanganan protokol Covid-19.

“Dia ini mengaku jika kontak dengan kakeknya asal Papua, yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, RS Hapsah merujuk pasien ini ke RSUD Tenriawaru, karena merupakan RS rujukan penanganan pasien covid-19,” bebenya.

Sekitar pukul 06.00 WITA, pasien ini tiba di RS Tenriawaru Bone dengan diantar langsung oleh tiga orang rekannya. Gadis itu langsung dibawa ke ruangan untuk dilakukan penindakan medis. Tapi, salah satu rekannya ini tiba-tiba menyahut jika pasien ada keluarganya yang terkena virus corona.

Adanya informasi itu, tenaga medis kemudian mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan melakukan pemeriksaan. Dan belakangan, petugas yang menangani, mencium bau alkohol dari pasien. Kemudian orang tersebut berpura-pura pingsan.

“Ada bau alkohol ketika diperiksa, dia kemudian pura-pura pingsan. Kalau dilihat, dia tutup mata dan jika tidak dilihat, dia buka mata. Dan lagian juga saat pengecekan suhu tubuh didapati suhu tubuhnya hanya 36,9 derajat celcius,” jelasnya.

Tenaga medis sempat bertanya kepada pasien, terkait kapan dia terjangkit Covid-19. Tapi saat itu, pasien ini dengan santainya menjawab jika ia terpapar corona sudah setahun lalu.

Petugas medis pun berkeyakinan bahwa orang tersebut hanya mabuk, sehingga meminta kepada teman temannya agar kepala pasien disiram air agar cepat membaik.

“Setelah diyakini bukan karena corona, orang tersebut dipulangkan. Ia diangkat oleh ketiga temannya ke mobil dan sampai di mobil, orang tersebut kemudian berteriak-teriak kena prank,” tambahnya.

Ramli pun menyesalkan aksi wanita ini begitu tega melakukan prank mengaku terpapar virus corona. Ramli juga mengaku belum membawa kasus ini ke ranah hukum, ia berharap agar persoalan ini bisa ditindak lanjuti agar pelaku diberikan efek jera. Agar kedepannya tidak ada yang menjadikan pandemi Covid-19 menjadi bahan candaan.

back-to-top