Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Disperindag Tangsel Waspadai Panic Buying Pasca Isu Corona Merebak

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 16 Maret 2020, 19:15 WIB
MCMNEWS.ID | Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Sejak merebaknya pemberitaan tentang Warga Negara Indonesia yang terjangkit Virus Covid-19 atau Virus Corona, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok dibeberapa pasar tradisional di Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kenaikan.

Saat ditemui disalah satu Pasar Tradisional di Tangsel, Ibu Rahma mengatakan, bahwa beberapa harga komoditas seperti gula, bawang putih, dan minyak goreng mengalami kenaikan, hal itu dikatakan Rahma semenjak ramai pemberitaan tentang Virus Corona.

“Biasanya saya beli gula harganya Rp 14.000, sekarang jadi Rp 18.000, kalau minyak bervariasi, ada yang harganya Rp 26.000, ada yang Rp 27.000, padahal sebelumnya hanya Rp 22.000.” kata Rahma saat berbincang dengan mcmnews.id, Senin, (16/3/2020).

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana, mengatakan, meski merebaknya informasi tentang Virus Corona menghimbau masyarakat belanja tidak berlebihan.

“Saat ini yang terpenting adalah menjaga tidak terjadi panic buying, edukasi kepada masyarakat tentang belanja bijak, serta menjaga ketersediaan pasokan yang tentunya akan berdampak kepada stabilisasi harga,” kata Maya.

Maya mengungkapkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel akan mengambil langkah Intensif dengan melakukan pemantauan harga terutama komoditi kebutuhan masyarakat.

“Kami terus melakukan Moral situation dengan menghimbau masyarakat untuk belanja bijak, wajar dan tidak panik, serta menghimbau agar para distributor/pelaku usaha untuk tidak menimbun stock bahan pangan dan tetap menjaga stabiltas harga sesuai harga acuan komoditas yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai landasan dalam menilai tingkat kewajaran harga,” Ungkapnya.

“Selain itu Inspeksi ke pasar dan pergudangan untuk memastikan ketersediaan dan kewajaran harga. Jika diperlukan intervensi seperti KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga)/operasi pasar dan bazar murah berkoordinasi dengan provinsi, pusat dan mitra seperi bulog, satgas pangan dan lainnya,” tandasnya.

back-to-top