Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Dinsos Sebut Pendistribusian Ada Proses, TRUTH Ingatkan Jangan Sampai Ada Warga Meninggal

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 21 April 2020, 18:11 WIB
MCMNEWS.ID | Wakil Koordinator Tangerang Public Transparancy Watch (Truth), Jupri Nugroho. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wahyunoto Lukman, mengatakan, bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 mulai bergulir. Namun secara bertahap.

Wahyu meminta agar informasi soal proses dan tahapan penerimaan bantuan diteruskan dan disosialisasikan kepada warga. Pihaknya juga berharap agar masyarakat Kota Tangsel yang terdampak Covid-19 dapat bersabar.

“Semua data usulan penerima bantuan yang valid, akan mendapatkan bantuan. Namun prosesnya bertahap. Soal Surat Keputusan (SK) Penetapan penerima, proses pindah buku kas daerah ke Bank Penyalur, proses buka rekening bank. Semua bertahap dan ada tahapan proses tidak bisa sekaligus,” kata Wahyu dalam rilis yang diterima Mcmnews.id, Selasa (21/4/2020).

“Bapak Ibu Camat, tolong meneruskan informasi dan sosialisasi (ada proses dan tahapan dalam pendistribusian bantuan) kepada semua unsur kelurahan, rt dan rw. Agar dijelaskan yang belum diberitahukan untuk pengambilan bantuan, sabar menunggu pemberitahuan pengambilan tahap selanjutnya, terima kasih,” tutup Wahyu dalam rilis tersebut.

Sementara itu, Kepala Lurah Pondok Pucung, Murtado, mengungkapkan, sampai H+4 Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini, masyarakat diwilayahnya belum menerima bantuan.

“Di Pondok Pucung sampai saat ini belum ada (bantuan sosial), mungkin bertahap,” kata Murtado, saat dikonfirmasi.

Menanggapi soal proses dan tahapan pendistribusian tersebut, Wakil Koordinator Tangerang Public Transparancy Watch (Truth), Jupri Nugroho, menyatakan bahwa dengan panjangnya mekanisme penyaluran bantuan sosial seperti yang dijelaskan Kadinsos Kota Tangsel, pihaknya mengkhawatirkan akan ada korban meninggal, karena terlambat menerima bantuan.

Jupri mengingatkan, jangan sampai kasus yang terjadi di Kota Serang, yaitu terdapat warga meninggal karena tidak makan, akan terjadi juga di kota bertajuk cerdas, modern, dan religius ini.

“Ini komunikasi antar lembaga pemerintah. Seharusnya dalam keadaan darurat seperti ini lebih mudah. Bisa saja seperti yang terjadi di Kota Serang (meninggal karena tidak makan selama 2 hari), seperti yang sedang ramai di media,” ungkapnya

“Ini kan soal data sebelum semua ini (pandemi Covid-19) terjadi. Seharusnya Dinsos sudah memetakan (mapping) seluruh wilayah rawan. Intinya hari ini masyarakat dalam keadaan sulit dan butuh bantuan cepat dan tepat,” tandasnya.

back-to-top