Detail

Dewan Pers Kutuk Keras Pembunuhan Wartawan Marasalem Harahap

Minggu, 20 Juni, 2021, 13:15 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, mengutuk keras pembunuhan yang dialami Pemimpin Redaksi (Pimred) LasserNewsToday, Mara Salem Harahap, pada Sabtu, (19/6/2021).

Muhammad Nuh mengatakan, kekerasan, apalagi yang sampai menghilangkan nyawa seseorang jelas tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

Terlebih, lanjut Muhammad Nuh, jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai Wartawan.

“Dewan Pers mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Dewan Pers mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama,” katanya dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, ditulis Minggu, (20/6/2021).

“Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga Mara Salem Harahap juga harus ditegakkan,” lanjutnya.

Muhammad Nuh menghimbau kepada komunitas pers di Sumatera Utara untuk memperhatikan masalah pembunuhan Mara Salem Harahap dan secara proposional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti dan mengungkapkan fakta.

“Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers, seperti telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers,” tuturnya.

Seperti diketahui, Mara Salem Harahap alias Marsal (42) tewas diduga ditembak orang tak dikenal (OTK) saat hendak pulang ke rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (18/6) malam sekira pukul 23.30.

Marsal yang diketahui seorang wartawan dan pemilik Media Online menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan saat dilarikan warga ke rumah sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar.

Malam itu dari Kota Siantar menuju perjalanan pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobilnya warnah putih merek Datsun Go Panca Nomor Polisi BK-1921-WR.

Lalu, korban dicegat orang tak dikenal dan ditembak dibagian paha dan diduga mengenai bagian kemaluan korban sehingga kondisinya malam itu sempat kritis dan berlumuran darah dan tak sadarkan diri.