MCMNEWS.ID – Penanganan sampah, banjir, dan kemacetan disebut sebagai permasalahan yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hal itu diungkapkan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 Kota Tangsel, di Gedung DPRD Kota Tangsel, Sabtu, (26/11/2022).
“Penanganan sampah, banjir, dan kemacetan, itu seiring dengan penambahan jumlah penduduk, seiring dengan perkembangan kota, kemajuan kota, dan seterusnya. Itu PR saya yang paling besar,” kata Benyamin Davnie.
Menurut Benyamin, penanganan sampah di Kota Tangsel memerlukan teknologi dari hulu ke hilir. Selain teknologi yang tepat, perilaku budaya masyarakat juga diperlukan untuk mendukung terhadap pengurangan sampah.
“Kita juga sedang melakukan pengundangan investor untuk penerapan teknologi (penanganan sampah) pada beberapa titik, ada dua jenis investasinya yang skala besar, dan skala menengah,” tegasnya.
Bang Ben mengungkapkan soal adanya Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) secara regional, seperti yang dituturkan Penjabat (PJ) Gubernur Al Mukhtabar.
“Kerjasama akan terus kita tingkatkan, untuk pembuangan sampah dengan Cilowong, mudah-mudahan Desember ini dengan Nambo, Jawa Barat,” ungkap Bang Ben.
Pak Gubernur juga menyampaikan bahwa kedepan akan ada TPS Regional, nah ini yang sedang kami tunggu,” katanya lagi.
Pihaknya berharap, adanya kolaborasi dalam pembangunan kota. Menurutnya, masing-masing stakeholder memiliki peran, guna melengkapi dalam membangun Kota Tangsel.
“Saya berharap stakeholder semua bisa mengambil peran secara aktif, karena masing-masing punya peranan, dan kemudian juga masing-masing punya lingkup kerja nya masing-masing,” jelas Bang Ben.
Dalam pemerintahan modern ini, konsepnya kolaborasi. Kolaborasi membangun kota, kelemahan di satu titik harus dilengkapi oleh kelebihan daripada stakeholder yang lain,” harap Bang Ben.