Minggu, 20 Sep 2020 | WIB

Biar Terukur, SKAB Dorong Pemkot Tangsel Konsolidasikan Elemen Sipil Lawan Covid-19

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 03 April 2020, 8:05 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Umum Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Dodi Prasetya Azhari. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Dua bulan terakhir Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan soal wabah corona. Bahkan beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) dan sampai tingkat Pemerintah Kota (Pemkot) mewacanakan akan mengambil kebijakan lockdown untuk meminimalisir wabah penyebaran Virus Corona Covid-19. Hal itu terjadi setelah  dibeberapa wilayah penyebaran Virus Covid-19 semakin massif.

Menanggapi hal itu, Dodi Prasetya Azhari Ketua Umum Organisasi Kader Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) menghimbau agar masyarakat, tidak panik menghadapi situasi saat ini. Seyognya, justru inilah bisa menjadi momentum untuk membangun solidaritas nasional dan harus yakin bahwa bangsa Indonesia akan melewati situasi kritis ini.

“Solidaritas Nasional harus dimaknai dengan membangun kebersamaan, meningkatkan gotong royong, tumbuhkan kepedulian menuju ketahanan lingkungan, saling membantu satu dengan yang lain, tidak saling menyalahkan dan menempatkan diri sesuai tugas masing-masing,” tegas Dodi sapaan akrabnya, Kamis (2/4/2020).

“Kita harus mendukung langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat bahkan sampai ke pemerintah kota dengan membentuk gugus tugas penanganan wabah virus corona, agar semua kebijakan dan penanganan terkoordinasi dengan baik,” tambah Dodi.

Dodi menghimbau khususnya kepada pemerintah kota tangsel segera mengkonsolidasikan seluruh elemen sipil di luar alat pemerintah dalam menyikapi perkembangan wabah Corona virus disease (Covid-19).

Dodi menjelaskan, dalam beberapa pekan ini seluruh elemen sipil sudah bergerak melakukan aksi pencegahan menekan penularan Covid-19, mulai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas bahkan media dan elemen sipil lainnya.

“Pemerintah perlu melakukan koordinasi dan menggalang konsolidasi dengan ormas, okp, ataupun jaringan media dan beberapa elemen sipil yang lain, bahkan mahasiswa agar terukur, yang punya kewenangan kan pemerintah. Konsolidasi harus segera dilakukan, untuk melakukan gerakan solidaritas bersama, sehingga bisa terukur dan tidak parsial seperti saat ini,” ujar Dodi kepada wartawan, Kamis (02/04).

Ia juga mengapresiasi kesadaran elemen sipil yang secara sukarela melakukan perlawanan terhadap penyebaran virus covid-19.

Meski demikian, dirinya masih melihat masih terjadi keresahan di masyarakat, sebabnya adalah pemerintah kota bersama gugus tugas ditangsel tampak gamang dan terlalu berhati-hati dalam menerapkan kebijakan dalam penanggulangan virus corona ini.

“Faktanya keresahan di masyarakat masih berlanjut, sebabnya pemerintah nampak masih gamang dan terlalu hati-hati untuk mengambil keputusan dan gerakan. Harusnya Gugus Tugas Covid-19 sebagai kepanjangan pemerintah kota bekerja secara konkret tidak memberi pengumuman kasus (Covid-19) saja. Masyarakat kita butuh gambaran jelas bagaimana wabah ini ditanggulangi,” tandas Aktivis kelulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta itu.

“Pemerintah harus memastikan situasi berjalan dengan baik, pasokan pangan tetap terjaga, pelayanan publik tetap berjalan dan memastikan penanganan pasien terdampak wabah virus corona dapat ditangani dengan baik dan maksimal,” papar Dodi.

Lalu Dodi menambahkan, siapapun tidak boleh mengambil momentum dalam situasi ini, apalagi menyebarkan berita-berita hoak yang semakin memperkeruh suasana.

“Situasi ini harus menjadi momentum meningkatkan kesadaran nasional dengan saling membantu, meningkatkan persatuan dan saling bekerja sama. Yakinlah bangsa ini akan mampu menghadapi musibah dan seluruh persoalan yang dihadapi negeri ini,” Tutup Dodi.

back-to-top