Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Belum Selesai Soal Kinerja BUMD, Penemuan Zat Radioaktif, Kini Masyarakat Tangsel Diresahkan Ancaman Virus Corona

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 03 Maret 2020, 21:05 WIB
MCMNEWS.ID | Logo Kota Tangerang Selatan. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Tangerang Selatan tak pernah sepi informasi menarik. Tak melulu soal politik menjelang Pilwalkot 2020, atau informasi menarik soal keberadaan BUMD yang mendapat perhatian publik terkait kinerja dan sumbangsih terhadap PAD Tangerang Selatan, bahkan peristiwa yang berpengaruh langsung pada masyarakat Tangerang Selatan pun bikin ramai pemberitaan.

Perbincangan soal zat radioakktif sesium (Cs-137) yang mencemari lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Setu Tangerang Selatan, Banten, masih menjadi sorotan.

Beberapa waktu lalu masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digegerkan dengan penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangsel.

Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui sampel tanah, salah satu jenis radioaktif telah diketahui yaitu Cs-137 atau Cesium 137.

Menurut Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol BAPETEN, Abdul Qohhar, zat cesium 137 yang ditemukan, biasa digunakan oleh pabrik kertas dan pabrik baja.

“Jadi untuk cesium 137 ini biasanya digunakan untuk keperluan industri biasa. Jadi saya ambil contoh 2 industri yang biasa menggunakan radioaktif dan antara lain cesium itu misalkan pabrik kertas dan pabrik baja,” kata Abdul beberapa waktu lalu, di Perumahan Batan Indah, Minggu (16/2).

Dokter spesialis kedokteran nuklir dari RS MRCCC Siloam Semanggi Jakarta, Ryan Yudistiro mengatakan, efek akut bisa didapat setelah paparan dalam jumlah besar, lama, dan dekat sumbernya.

“Begitu terpapar, paling sering dikeluhkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, lemas, sampai mata merah, kulit merah, ada luka bakar, bahkan ada yang meninggal,” katanya, seperti dikutip dari salah satu media online, Selasa, (3/3/2020).

Tak lama setelah kasus penemuan Zat Radioaktif, kini masyarakat Tangsel diresahkan dengan masuknya virus Covid-19 atau Virus Corona ke Indonesia.

Pasalnya, dua warga Indonesia yang positif terinfeksi virus corona tersebut adalah warga Kota Depok, yang berbatasan langsung dengan Kota Tangsel. Bahkan ada kabar yang sempat ramai bahwa ada pasien warga tangsel yang terduga suspect corona dirawat di RS.Permata Pamulang walau akhirnya telah diklarifikasi tentang kebenarannya bukan terjangkit corona tapi pasien punya riwayat asma.

Untuk melakukan antisipasi dini, warga Tangsel mulai kesulitan untuk mendapatkan masker. Keberadaan masker sudah sangat langka dan harga nya naik drastis.

Sebelumnya salah satu warga Tangsel, Febina Mutika (22) mengatakan, bahwa mulai kesulitan mendapatkan masker di wilayah Tangsel. Dirinya sudah menyisiri beberapa tempat penjual masker namun tidak dapat.

“Susah banget bang, (sebenarnya) dari kemarin. Sepanjang Ciputat di alfa, indomaret, apotik generik kosong semua, saya cek beli pake aplikasi halodoc juga kosong padahal minggu lalu saya liat di aplikasi masih ada,” Kata wanita yang akrab disapa Febi, Senin, (2/2/2020).

back-to-top