Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Tuntut Gratiskan Biaya Kuliah, Puluhan Mahasiswa UIN Banten Demo Pihak Rektorat

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 22 Juni 2020, 13:50 WIB
MCMNEWS.ID | Aksi unjukrasa puluhan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UIN) SMH Banten di depan kantor Rektorat, Senin (22/6/2020). (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID –   Puluhan mahasiswa UIN SMH Banten melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung rektorat, Kota Serang, Senin (22/6/2020). Dalam aksinya mereka menuntut agar pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat digratiskan.

Mahasiswa menilai, pembayaran UKT untuk semester depan hanya memberatkan mahasiswa di tengah pandemi Covid-19.

Terlebih, pembelajaran kuliah dengan skema Dalam Jaringan (Daring) atau online dilakukan dengan tidak menggunakan fasilitas kampus.

Pantauan di lokasi, dalam aksinya puluhan mahasiswa tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan jaga jarak sembari membawa spanduk berisi tuntutan.

“Gratiskan UKT kawan-kawan, setuju? Mereka tidak tahu kalau banyak orang tua dari kita yang menjadi korban PHK. Di tengah pandemi covid19 ini, kami menuntut pihak kampus untuk menggratiskan UKT,” kata salah satu mahasiswa Ade Riyad dalam orasinya.

Menurut Ade Riyad, Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan kewenangan sepenuhnya ke Perguruan Tinggal Agama Islam Negeri (PTKIN) melalui peraturan KMA RI No. 515 Tahun 2020 Tentang keringanan UKT pada PTKIN atas dampak Covid-19. Dari hal tersebut seharusnya pihak rektorat sudah bisa memberikan kebijakan yang adil.

“Melalui keputusan KMA yang sudah diedarkan seharusnya rektorat sudah bisa memberikan kebijakan yang sebijak-bijaknya. Karena hampir semua ekonomi keluarga dari mahasiswa saat ini terdampak. Bukan memberikan kebijakan yang berbelit-belit penuh dengan syarat,” ungkap Ade.

Sempat bersitegang antara aksi massa mahasiswa dan Rektor UIN SMH Banten juga Wakil Rektor III, karena mahasiswa tidak ingin mendengar penjelasan yang larut kembali dari pihak rektorat.

Usai mahasiswa membubarkan diri, baik rektor dan maupun warek III enggan memberikan komentar apapun terkait dengan tuntutan dari mahasiswa.

back-to-top