Senin, 26 Okt 2020 | WIB

Sudah Dimintain Data, Belasan KK Di Kabupaten Tangerang Belum Juga Terima Bantuan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 13 Mei 2020, 15:14 WIB

MCMNEWS.ID – Dalam masa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah mewabahnya Virus Covid-19, Pemerintah gencar memberikan bantuan kepada masyarakat  untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Namun ironis, ditengah banyaknya bantuan yang dialokasikan, belasan Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cisauk, Desa Situgadung, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang, belum juga mendapatan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah.

Salah seorang warga, bernama Yongki, mengatakan, bahwa belasan KK tersebut telah menyerahkan data pribadi seperti yang dimohonkan Ketua RT di lingkungannya.

“Kemaren udah dimintain KTP dan Kartu Keluarga, tapi sampai saat ini kita belum dapet juga. Saya udah ke kantor desa, tapi alasannya udah tutup kalau mau komplain. Pas saya ke desa, yang nerima rata-rata pada bawa motor,” kata Yongki, dikutip dari ZonaBanten.Pikiran-Rakyat.com, Rabu (13/5/2020).

Hal senada disampaikan oleh Mamah bahwa sampai saat ini belum juga tersentuh oleh bantuan pemerintah. Ibu rumah tangga ini menuturkan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan suaminya sebagai buruh tani. Mamah berharap, adanya perhatian dari pemerintah, terlebih selama pandemi Covid-19 ini.

“Data saya juga udah diminta. Cuma bingung, kok sampai sekarang belum juga ada bantuan yang datang. Suami hanya jadi buruh tani, uangnya cuma bisa buat beli beras beberapa hari saja. Disini banyak yang mampu malah dapat bantuan, kok saya malah dilewatin,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua RT 03, Kampung Cisauk, Desa Situgadung, Yakub, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa seluruh data sudah diserahkan kepada relawan. Menurut Yakub, bansos yang akan diserahkan kepada warga ada tiga tahap.

“Data udah dikasih. Bansos itu ada tiga tahap, pertama dari Provinsi Banten, kedua Kabupaten Tangerang, ketiga dari Dana Desa. Kadang-kadang, dalam pendataan RT itu jarang dilibatkan, tapi pas pencairan baru pada ngehubungin RT,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Situgadung, Aca Ahmanudin, mengakui bahwa data yang diterima saat ini berasal dari kader. Soal banyak yang tidak layak mendapatkan Bansos, pihaknya menyatakan karena alasan waktu pendataan yang singkat.

“Ya sekarang kan waktunya mepet. Jadi kita pakai data dari relawan (kader) yang ada. Kalau sekarang pada bawa motor, emang kita tau besok mereka makan atau ngga. Jadi yang sekarang itu tunai, Rp.600ribu, diambil tunai dari Bank BJB. Ini banyak juga orang BJBnya,” tandasnya.

back-to-top