Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Pertahankan Haknya, Janda Tua Di Kota Serang Malah Jadi Terdakwa

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 19 Juli 2020, 16:44 WIB

MCMNEWS.ID – Seorang janda tua, Sri Rastiti Merdekawati (74), didakwa kasus Pidana oleh Pengadilan Negeri (PN) Serang, hal itu ditenggarai ketika dirinya memperjuangkan hak atas tanah dan bangunan seluas 900 meter yang terletak di Jalan Saleh Baimin, Cimuncang, Kota Serang.

Wanita yang akrab disapa Titi itupun menjelaskan, bahwa dirinya telah berjuang sejak tahun 2006 silam. Perjuangan itu bermula, saat dirinya merenovasi bangunan bekas gudang garam diatas tanah yang dikuasainya selama 35 tahun lebih.

Namun, dikatakan Sri, tiba-tiba pengusaha kaya berinisial IM melaporkan dirinya melalui MR (anak IM) ke Polres Serang tahun 2015 silam.

“Saya ini Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) didakwa melakukan pencurian dengan pemberatan, perusakan dan penggelapan. IM yang tak memiliki bukti yang sah atas tanah dan dua bangunan di atasnya itu melaporkan saya ke Polres Serang. Ia merasa memiliki tanah dan bangunan tersebut. Padahal ia tak punya sertifikat,” kata Titi, mengutip Zonabanten.com, Minggu, (19/7/2020).

Titi mengungkapkan, renovasi yang ia lakukan ditenggarai karena sudah lapuknya bangunan tersebut, dan akan membahayakan jika dibiarkan.

“Jadi gudang itu sudah puluhan tahun kosong, nyaris roboh karena dimakan usia dan membahayakan orang lain. Kebetulan, ada pengusaha jual beli bekas bangunan yang sanggup mengganti biaya renovasi gudang, sebesar 200 juta rupiah. Asalkan bekas bangunan gudang tua itu menjadi miliknya,” tuturnya.

“Nah, jadilah kesepakatan itu, karena dasarnya saya serta adik saya yang menguasai fisik ini. Serta simpati saya terhadap masyarakat, karena kuatir bangunan itu roboh. Jadi saya merenovasi gudang tua dan pengusaha barang bekas bangunan itu mendapatkan bekas bangunan,” imbuhnya.

Titi menjelaskan, saat pembangunan renovasi berlangsung dan sebagian bangunan tersebut berdiri, Lurah setempat meminta agar Titi menghentikan renovasi atas permintaan dari anak IM yaitu MR.

Melalui jalan panjang, akhirnya Titi diseret ke pengadilan dan kasusnya bergulir sampai saat ini. Diketahui, dalam sidang pembacaan tuntutan selasa 14 Juli lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Sri Rastiti lima bulan penjara, dengan masa percobaan 10 bulan.

“Saya hanya berharap, para wakil Tuhan majelis hakim yang mengadilinya bisa benar-benar bersikap seperti Tuhan yang Maha Adil dalam memutuskan perkara ini,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum IM enggan berkomentar tentang keberatan Sri Rastiti. “Ikuti saja jalan persidangannya,” tandasnya.

back-to-top