Senin, 30 Nov 2020 | WIB

Antisipasi Virus Corona, Wisata Adat Baduy Ditutup Sementara untuk Wisatawan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 18 Maret 2020, 12:44 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Menghadapi wabah virus COVID-19 yang mulai menyebar di Indonesia, membuat sejumlah tempat wisata terpaksa ditutup. Salah satunya adalah objek wisata budaya Baduy Luar, atau yang dikenal sebagai Saba Budaya Baduy ditutup sementara waktu.

Pemerintah Desa Kanekes, Kecamatan Baduy memutuskan menutup objek wisata adat Baduy, mulai 16-30 Maret 2020. Penutupan tempat wisata ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kini telah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Desa (kades) Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Saija menyatakan, kebijakan penutupan objek wisata itu sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 100/23/2001/2020. Dalam surat tersebut, disebutkan Pemerintah Desa menutup sementara kegiatan saba (kunjungan) budaya Baduy selama 14 hari terhitung sejak tanggal 16-30 Maret 2020. Atas dasar itu, kata Saija, semua wisatawan, baik lokal, nasional, dan mancanegara yang berkunjung ke Baduy dilarang. “Iya kita tutup untuk sementara waktu, karena untuk mencegah menyebarnya virus corona kepada masyarakat adat Baduy,” kata Jaro Saija kepada wartawan, Selasa (17/03) kemarin .

Dia menjelaskan, kebijakan penutupan objek wisata adat Baduy mengacu kepada Surat Edaran (SE) Bupati Lebak Nomor: 440/1367-Kesra/2020 Tentang Langkah-Langkah Pencegahan Penyebaran Corona Virus 2019. Ditambah dengan hasil musyawarah dengan lembaga adat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan pengusaha kerajinan di Baduy. Saija mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota, kecuali dalam keadaan darurat. “Masyarakat yang bepergian ke kota besar harus memeriksakan diri ke rumah sakit ketika pulang ke wilayah Lebak. Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Tidak hanya itu, masyarakat Baduy juga diimbau agar menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan rumah. Hal itu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan tangan, menjaga imunitas, dan makan-makanan yang sehat.

Saija melanjutkan, setelah masa penutupan berakhir, pihaknya akan koordinasi dan konsultasi dengan Dinas Pariwisata Lebak apakah akan membuka atau melanjutkan penutupan objek wisata ke Baduy. “Saya imbau kepada wisatawan untuk tidak datang ke Baduy terlebih dahulu. Kalau sudah dibuka kembali, baru boleh berkunjung ke sini,” katanya.

back-to-top