Senin, 26 Okt 2020 | WIB

Antisipasi Corona, 51 Titik Di Depok Disemprot Disinfektan

Avatar
Penulis: Ginan
Diterbitkan: 23 Maret 2020, 14:38 WIB
MCMNEWS.ID | Penyemprotan disinfektan di 51 titik dan secara masif di area-area publik wilayah kota Depok. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengerahkan truk untuk menyemprotkan cairan disenfektan di sejumlah jalan utama di Kota Depok, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 (virus Corona).

Beberapa jalan utama yang disemprot cairan kimia itu diantaranya, Jalan Margonda, Jalan Raya Cinere, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Tole Iskandar, Jalan Raya Sawangan dan Jalan Juanda.

“Penyemprotan disinfektan ini berlangsung di 51 titik dan akan melakukan penyemprotan secara masif di area-area publik,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Senin 23 Maret 2020.

Guna mencegah penyebaran wabah berbahaya itu, Pemerintah Depok juga semakin gencar melakukan sosialisasi secara mobile di seluruh wilayah Depok dan kegiatan-kegiatan promotif lainnya.

Untuk diketahui, jumlah warga Depok yang didiagnosa positif terjangkit virus Covid-19 mencapai sebanyak 13 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh empat orang.

Itu berdasarkan data terbaru yang direleas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, pada Minggu 22 Maret 2020. Selain kasus terkonfirmasi, data tersebut juga menunjukkan Pasien dalam Pengawasan atau PDP sebanyak 87 orang, dengan sembilan orang diantaranya dinyatakan selesai. Itu artinya ada 78 orang yang masih dalam pengawasan.

“Sedangkan ODP (orang dalam pemantauan) ada 393 orang, selesai 182 orang dan masih dalam pemantauan 211 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada korban jiwa terkait virus tersebut. “Yang terkonfirmasi positif 13 orang, empat sembuh dan yang meninggal nol (belum ada).”

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemerintah Depok gencar melakukan sosialisasi mobile secara massif dan melakukan penyemprotan disinfektan pada area-area publik.

Tak hanya itu, gugus tugas juga melakukan penanganan pada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) termasuk melakukan tracing terkait virus Covid-19.

Selain itu melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi serta mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk kasus sedang dan berat.

“Kami juga sudah melatih SDM kesehatan dalam pengambilan swab. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnose.”

Lebih lanjut Dadang mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan arahan-arahan pemerintah, konsisten menjaga jarak fisik dengan tidak keluar rumah untuk sementara waktu ini.

“Hindarilah keramaian dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat,” katanya.

back-to-top