Senin, 26 Okt 2020 | WIB

Ada ‘Physical Distancing’ Anggota Dewan Tangsel Masih Kunker, Ini Penjelasan Ketua Fraksi PDIP

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 09 April 2020, 15:37 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Fraksi Partai PDIP DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Putri Ayu Anisya. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Ketua Fraksi Partai PDIP DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Putri Ayu Anisya, angkat bicara menyoal disindirnya anggota DPRD yang melakukan kunjungan kerja (kunker) di tengah mewabahnya Virus Corona Covid-19.

Putri menjelaskan, kunjungan kerja dilakukan karena  menjalankan hasil Badan Musyawarah (Bamus) yang mengamanatkan para dewan untuk tetap melakukan kunjungan kerja.

“Kunjungan Kerja (Kunker) kan bukan semata-mata perihal empati atau tidak empati, kami justru cari solusi bersama. Bayangkan dampak yang terjadi ditengah covid 19 ini, banyak warga yang kesulitan secara ekonomi, sulit cari makan, penghasilan menurun sedangkan kebutuhan meningkat,” katanya dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Kamis, (9/4/2020).

“Beberapa fraksi lain juga tetap melaksanakan hasil Bamus. Kalau saya pribadi gak jalan karna memang dalam kondisi sedang hamil,” tambahnya.

Putri menjelaskan, berdasarkan hasil Bamus juga masih diperbolehkan untuk melakukan kunjungan kerja (kunker).

“Silahkan cek di sekretariat, hasil rapat bamus yang berisikan agenda dewan kan dipublikasi oleh humas,” paparnya.

“Kunker juga membahas solusi mengenai penanganan dan penggunaan anggaran penanganan covid. Jadi jangan selalu di maknai negatif. Saya mengapresiasi betul seluruh kawan-kawan dewan yang kerja, kami gak semata-mata santai,” tandas Putri.

Seperti diketahui sebelumnya, Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari PDI Perjuangan Tb. Bayu Murdani mengaku heran dengan kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan Fraksi PDI Perjuangan ditengah wabah corona.

Datang sebagai Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Tb. Bayu Murdani menyatakan kunker yang dilakukan oleh para anggota legislatif (dari Fraksi PDI Perjuangan) tersebut dianggap kurang beretika dan berempati.

“Harusnya ada empati, ya mereka (anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan) harus menjadi contoh, harus jadi garda terdepan, ini malah kunker. Jadi salah enggak? Enggak salah juga, karena tidak ada bentuk aturan, belum ada, kalau dibawa pada kemanusiaan, ya empatilah dikit. Tentu Kunker kemana, kan semua wilayah lagi terpapar,” kata Bayu kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

back-to-top