Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Silahturahmi kunjungi DPP Golkar, Airlangga Sambut “Welcome home!” Surya Paloh dengan Pelukan

Avatar
Penulis: Ginan
Diterbitkan: 09 Maret 2020, 17:58 WIB
MCMNEWS.ID | Sambangi DPP Golkar, Airlangga Sambut Surya Paloh dengan Pelukan. Senin (09/03). (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –   Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto mengatakan pertemuannya dengan Pimpinan Partai NasDem bertujuan untuk mencairkan hubungan antarpartai. Dia menyebut pekan ini, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Pertemuan silaturahmi ini untuk membuat suasana cair antar partai-partai politik, baik yang di pemerintah maupun yang di luar pemerintah. Yang di luar pemerintah, kita beberapa kali kan sudah ada pertemuan, juga nanti akan dijadwalkan dengan PAN minggu ini,” kata Airlangga Hartanto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin, 9 Maret 2020.

Kami sampaikan kepada bapak Presiden (Jokowi) bahwa komunikasi terus dijalin terutama untuk menyelesaikan program-program pemerintah ke depan.

Dalam pertemuan Paloh ditemani oleh Sekjen NasDem Johnny G Plate, Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, dan tokoh lainnya terlihat mendampingi.

Welcome home!” ujar Airlangga ketika menyambut Surya Paloh dan rombongan, di Kantor DPP Golkar, Senin (9/3/2020).

Sambutan Airlangga itu beralasan, sebab Surya Paloh merupakan politikus senior yang lama melakoni kiprah politiknya di partai berlambang beringin itu.

“Pak Surya kurang lebih 43 tahun di Partai Golkar. Sehingga untuk DPP yang lebih muda, mungkin umurnya belum 43 tahun,” ujar Airlangga.

Ketua Umum Golkar Airlangga mengatakan bahwa pertemuan dengan Surya Paloh dilakukan untuk memperkuat politik Indonesia ditengah badai ketidakpastian saat ini. Menurutnya, pertemuan dengan sejumlah partai politik bertujuan untuk membahas persoalan-persoalan bangsa. Terlebih, untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global.

“Dengan partai-partai ini tidak ada perbedaan terkait dengan kepentingan nasional. Dalam kepentingan nasional, tentu bagaimana agar di tengah ketidakpastian global ekonomi kita mempunyai politik yang kuat dan solid,” tutur Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu.

back-to-top