26 November 2022 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan genap berusia 14 tahun. Bukan umur yang muda bagi sebuah Kota untuk melakukan pembangunan sesuai dengan cita-cita yang telah ditetapkan.
Meski telah terbukti menunjukan perubahan dan perkembangan sejak awal berdiri, namun masih banyak persoalan yang harus segera diselesaikan di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius ini.
Sebut saja persoalan tentang semrawutnya kabel di Kota Tangsel, awal bulan November 2022 saya mendapat laporan dari masyarakat Ciputat yang mengeluhkan soal semerawutnya kabel-kabel internet yang melintasi halaman tempat usahanya, bahkan akibat dari tumpukan kabel berbagai macam provider itu ada yang sampai menimpa atap dan mengakibatkan bocor.
Bahkan di tahun lalu Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus mengancam para pemilik tiang kabel yang belum memindahkannya dari badan jalan akibat pelebaran Jalan.
Selain itu, saat ini di setiap penghujung tahun dan awal tahun ketika musim penghujan kita semakin sering mendengar banjir melanda beberapa tempat di Tangerang Selatan. 14 Tahun yang lalu masyarakat Tangerang Selatan hanya mendengar dan melihat banjir hanya melanda wilayah DKI Jakarta.
Hari ini banyak warga Tangsel yang mengalami kebanjiran, banyak tak sedikit banjir terjadi di pemukiman dan jalan raya yang tergenang tak kala hujan turun. Bahkan beberapa waktu lalu Puskesmas yang berada di Rawabuntu beberapa kali harus meliburkan pelayanan di karenakan Banjir menggenangi Puskesmas Tersebut.
Masalah yang sampai hari masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar Pemerintah Kota Tangerang Selatan adalah soal sampah. Tumpukan Sampah TPA Cipeucang semakin menggunung dan polusi udara akibat bau yang ditimbulkan sudah sangat mengganggu kehidupan Masyarakat Serpong dan sekitarnya, bahkan sampai ke wilayah Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan TPA Cipeucang.
Belum lagi masalah-masalah klasik yang seolah-olah menjadi ‘Indentitas’ Tangerang Selatan, yaitu Pasar Ciputat yang belum tertata seperti yang diharapkan. Sungguh sangat banyak Problem yang ada di Kota Tangerang Selatan di usia yang ke-14 tahun ini.
Namun ironinya, beberapa permasalahan justru sudah ada sedari awal berdirinya Kota Ini, bahkan selalu masuk dalam setiap janji-janji kampanye saat Pilkada. Problematika yang telah ada sejak awal berdirinya kota ini dan hingga kini belum tertanggulangi merupakan pekerjaan berat yang harus di selesaikan oleh duet Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, dengan masa kepemimpinan hingga tahun 2024 mereka harus bisa membereskan PR tersebut dengan tuntas.
Pak Benyamin Davnie yang saat ini menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan hari ini merupakan Wakil Walikota Tangerang Selatan pada Dua periode sebelumnya, modal pengalaman Sepuluh tahun menjadi Wakil Walikota harusnya bisa lebih mudah dalam mengatasi problem-problem tersebut.
Pembangunan yang berkesinambungan yang menjadi tawaran pada masa kampanye seharusnya bisa diimplementasikan. Solusi pembuangan sampah ke Kota Serang yang gagal harus secepatnya dievaluasi, begitupun rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang masih banyak menemui kendala dan kemungkinan belum terwujud dalam 2 tahun kedepan.
Fraksi Gerindra sejak awal rencana perjanjian kerjasama pembuangan sampah ke Kota Serang telah memberikan catatan, antara lain adalah Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus mempunyai rencana jangka lendek, rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang. Namun dua tahun perjanjian kerjasama yang gagal tersebut Pemerintah Kota tidak ada rencana lain kecuali membuang sampah ke tempat lain. Seolah memindahkan sementara masalah ketempat lain.
Selain itu, bencana banjir diperkirakan juga akan menjadi masalah serius di Kota Tangerang Selatan pada masa mendatang. Tangerang Selatan yang merupakan kota penyangga Ibukota Jakarta menjadi incaran masyarakat untuk menjadikannya sebagai tempat tinggal. Sehingga kebutuhan hunian di Tangerang Selatan sangat meningkat dalam sepuluh tahun belakangan ini.
Lahan terbuka semakin sedikit berganti dengan rumah maupun hunian vertikal. Fraksi Gerindra menilai bahwa Pemerintah Kota lalai dalam melakukan tindakan pencegahan banjir ini. Harus ada tindakan yang komprehensif dalam penanganan Banjir.
Saya menilai bahwa Tangerang Selatan sudah cukup regulasi dalam penanganan problem diatas, hanya dibutuhkan kemauan dan leadership yang tegas dan kuat untuk menerapkan serta melaksanakan Perda-Perda yang ada, sehingga perlahan problem serta permasalahan itu bisa diselesaikan. Serta akan menjadi nilai lebih dalam kepemimpinan Benyamin-Pilar. Memang semua hal tersebut harus melibatkan semua pihak, kami Fraksi Gerindra di DPRD sebagai pengawas dan juga masyarakat harus mau dan ikut serta dalam mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku.
Saya tidak menutup mata terhadap segala hal-hal baik yang sudah dicapai oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun ini adalah bentuk rasa sayang dan rasa cinta saya terhadap kota ini. Semoga kedepan perwujudan Kota Cerdas, Modern dan Religius benar-benar terwujud dan itu tentu memerlukan kerja keras kita semua. Selamat Ulang Tahun Kota Tangerang Selatan.
Ditulis Oleh:
Li Claudia Chandra
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangsel
Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel