Detail

Terlilit Utang, Barcelona Krisis dan Terancam Bangkrut

Tuesday, 26 January, 2021, 15:16 WIB
Penulis: Bang Noy

MCMNEWS.ID – Di tengah pandemi Covid-19 ini banyak klub yang mengalami kesulitan finansial akibat tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran.

Hal ini juga dialami raksasa La Liga, Barcelona. Bahkan Barcelona diketahui memiliki utang senilai puluhan triliun, termasuk ke sejumlah klub.

Klub raksasa Spanyol  FC Barcelona berada di ambang kebangkrutan total, mereka memiliki total hutang €1.173 juta (Rp. 20 triliun), gawatnya lagi hutang sebesar €266 juta (Rp. 4,5 triliun) harus dibayarkan ke bank paling lambat 30 Juni 2021.

Dilansir dari Football-Espana berdasarkan laporan El Mundo, setidaknya 730 juta euro sudah jatuh tempo. Sementara 266 juta euro lainnya harus dibayar pada 30 Juni mendatang.

Pendapatan Barcelona sendiri sejak musim 2018/2019 terus mengalami penurunan. Di musim itu, Barcelona mendapat pemasukan 990 juta euro, namun di musim 2019/2020 menurun 14 persen menjadi 855 juta euro, sementara pengeluarannya lebih besar, yakni 955 juta euro.

Adapun berdasarkan laporan La Vanguardia minggu lalu yang menguraikan bagaimana raksasa Catalan harus membayar utang 420 juta euro tahun ini atau mereka berada di ambang kebangkrutan.

Ketidakseimbangan neraca keuangan ini membuat utang Barcelona terus menumpuk. Tak cuma utang ke bank, mereka juga berutang kepada 19 klub lain terkait pembelian pemain. Utang-utang tersebut meliputi biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan kepada klub-klub tersebut, dengan rincian :

1. Bordeaux: 9.891.000 euro (Malcom)
2. Gremio: 7.996.000 euro (Arthur)
3. Valencia: 6.500.000 euro (Neto)
4. Liverpool: 29.254.000 euro (Philippe Coutinho)
5. Ajax Amsterdam: 16.011.000 euro (Frenkie de Jong)
6. Atletico Madrid: 5.000.000 euro (Antoine Griezmann)

7. Juventus: 3.758.000 euro (Matheus Pereira)
– Juventus: 4.814.000 euro (Miralem Pjanic)
8. Braga (Trincao): 9.630.000 euro
9. Villarreal: 241.000 euro (Denis Suarez)
10. Atletico Mineiro: 6.000.000 euro (Emerson)
11. Real Valladolid: 250.000 euro (Jose Arnaiz)

12. Real Betis: 9.000.000 euro (Junior Firpo)
13. Eibar: 2.420.000 euro (Marc Cucurella)
14. Las Palmas: 1.250.000 euro (Pedri)
15. Albacete: 2.000.000 euro (Rey Manaj)
16. Palmeiras: 4.642.000 euro (Matheus Fernandes)

17. Sao Paolo: 33.000 euro (Emerson)
18. Bayern Munich: 950.000 euro (Arturo Vidal)
19. Deportivo La Coruna: 73.000 euro (Chumi)
Lain-lain: 6.508.000 euro
Total (hutang ke klub): €126 juta (Rp. 2,2 triliun)

Barcelona telah menegosiasikan penundaan pembayaran tersebut dengan krediturnya dengan menunjukkan dampak pandemi virus corona terhadap keuangan klub.

Klub berharap bisa menunda pembayaran tersebut setidaknya hingga 30 Juni tahun ini. Beberapa kreditur telah menerima penangguhan tersebut, sementara itu klub tetap bernegosiasi dengan beberapa kreditur lainnya mengenai jadwal pembayaran mereka.

Barcelona berharap bisa mengandalkan pendapatan dari penjualan tiket dari suporter yang menonton ke stadium musim ini yang merupakan pemasukan terbesar mereka demi memulihkan kondisi finansial klub.

Klub raksasa Spanyol itu berharap bisa mendapat keuntungan sebesar 56 juta euro (Rp 959 miliar) dari kembalinya penggemar ke stadion. Tentu harapan ini hanya bisa terwujud jika pertandingan kembali dibuka untuk penonton secara bertahap mulai dari kapasitas 25 persen mulai Februari, kemudian 50 persen pada Mei, dan seterusnya.