Detail

Kesulitan Ekonomi Dampak Pandemi Covid-19, Barcelona Ingin Jual Philippe Coutinho

Kamis, 24 Desember, 2020, 16:47 WIB
Penulis: Ginan

MCMNEWS.ID – Kabar kepergian Philippe Coutinho dari Camp Nou kencang berembus. Hal ini tak lepas dari kondisi finansial El Barca yang terdampak pandemi COVID-19.

Mereka harus melakukan pemotongan gaji pemain dan menjual beberapa pemain agar terhindar dari kebangkrutan.

Philippe Coutinho yang didatangkan Barcelona dari Liverpool pada Januari 2018 dengan biaya hingga 145 juta euro (sekitar Rp 2,51 triliun) kini dirasa tak lagi dibutuhkan Barcelona.

Hampir tiga tahun telah berlalu, Coutinho belum mampu menampilkan performa sebagai pemain bintang, biaya mahal tersebut tidak diimbangi dengan penampilan konsisten Coutinho di Camp Nou.

Belum separuh musim La Liga 2020/2021, pemain asal Brasil itu kembali membuat klub asal Catalan kerepotan.

Klausul kontrak menjadi penyebab. Jika dia memainkan 10 pertandingan lagi, Barcelona harus membayarkan bonus untuk Liverpool sebesar 20 juta euro. Hal itu berdasarkan kesepakatan transfer awal Barcelona dan juara Liga Inggris tersebut.

Dalam kontrak pembelian Barcelona dan Liverpool, pembayaran bonus akan dibayarkan setelah Coutinho memainkan sebanyak 100 pertandingan. Adapun Cou telah bermain sebanyak 90 pertandingan selama berseragam Barcelona.

Koeman sering mengesampingkan Coutinho yang tampil tidak konsisten. Mengingat situasi krisis ekonomi Barcelona, klub tentu berpikir ulang apabila harus membayarkan duit ekstra untuk Liverpool seandainya Cou memainkan partai ke-100. Pilihan untuk Barcelona adalah menjualnya pada bursa transfer mendatang atau membatasi jumlah pertandingan untuk Coutinho.

Bagian tersulit bagi Barcelona adalah menemukan pembeli yang siap memberi kompensasi pengeluaran mereka pada Januari 2018. Saat itu, Coutinho menjadi penandatanganan termahal klub. 

Selama 90 pertandingan itu, Coutinho dianggap gagal tampil mengesankan. Ia juga jarang tampil secara reguler sebagai pemain inti. Ronald Koeman sempat mempercayakan posisi playmaker setelah masa peminjaman di Bayern Munchen berakhir, tetapi performanya kembali pudar.