Detail

Kondisi Mental Greysia-Apriyani Menjadi Prioritas Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Sabtu, 12 Juni, 2021, 20:34 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – Greysia Polii-Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya wakil ganda putri Indonesia yang berhasil mengikuti ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Permainan cemerlang menjadi tekad mereka berdua untuk bisa meraih medali. Seandainya pasangan ganda putri ini berhasil, sudah pasti akan menjadi catatan apik sepanjang keikutsertaan ganda putri Indonesia di Olimpiade.

Untuk merealisasikan target tersebut, pelatih kepala ganda putri, Eng Hian, mengatakan, persiapan dalam turnamen Olimpiade ini akan lebih menekankan pada aspek nonteknis dibanding teknis.

“Untuk sisi fisik mereka sudah siap, tetapi ini kan turnamen besar di olahraga bukan hanya bulutangkis dan digelar pun hanya empat tahun sekali,” Ujar Eng Hian di Pelatnas PBSI, Cipayung, ditulis (12/06/2021).

“Jadi saya menaruh perhatian lebih pada masalah nonteknis. Bagaimana saya bisa menjaga mereka tidak berada di bawah tekanan atau terlalu berekspektasi tinggi, saya buat serileks mungkin seperti turnamen biasa saja,” Lanjutnya.

Greysia/Apriyani yang saat ini berada di peringkat enam dunia dipastikan turun di Olimpiade tanpa turnamen pemanasan. Turnamen terakhir yang diikuti mereka adalah Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka, Januari lalu.

Karena hal tersebut, Eng Hian pun turut meminta bantuan tim psikolog di PBSI untuk mendampingi Greysia/Apriyani sejak saat ini hingga hari pertandingan tiba di ajang Olimpiade 2020.

“Saya juga meminta bantuan psikolog untuk membuat program serta mendampingi Greysia/Apriyani, agar kondisi mental mereka tetap bagus dan terjaga,” Ujar Eng Hian yang akrab disapa Didi.

Tim psikolog dibutuhkan olehnya bukan agar terlihat profesional, tetapi karena pengalaman yang pernah ia miliki sendiri. Sehingga timbul rasa khawatir juga kepada anak didiknya dalam menjalani turnamen besar ini.

“Saya pernah merasakan bagaimana tegangnya bermain di Olimpiade. Tegangnya bukan hanya di lapangan tapi kadang sebelum tidur juga ada rasa tegang dan kalau tidak bisa mengatasinya bisa merugikan,” lanjut peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele itu.

“Itu yang saya tidak mau terjadi pada mereka, terutama Apri yang baru kali ini turun di Olimpiade,” tambahnya.

Laporan: Irfan Kurniawan