Detail

Kisah Hidup Legenda Atlet Angkat Besi Indonesia diangkat Menjadi Film Pendek

Senin, 9 Agustus, 2021, 17:36 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – Eko Yuli Irawan, lifter asal Indonesia sudah bisa dibilang sebagai atlet legendaris. Bagaimana tidak, dia sukses merebut medali dalam empat Olimpiade secara beruntun.

Ia sukses merebut medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet 32 tahun ini melakukan angkatan snatch dalam kelas 61 kg putra Grup A dengan total Angkatan 302 kg (snatch 137 kg dan clean and jerk 165 kg). Eko Yuli berhasil menempati peringkat kedua, di bawah peraih medali emas, Li Fabin, asal China.

Sukses yang dilalui Eko berawal dari perjalanan panjang tak kenal menyerah. Banyak yang belum mengetahui jika ayah dari dua anak ini berasal dari keluarga yang sederhana.

Ayah Eko Yuli Irawan bernama Saman yang bekerja sebagai seorang tukang becak. Sedangkan sang ibu, Wastiah bekerja sebagai pedagang sayuran. Dikabarkan Eko Yuli Irawan lahir di lingkungan keluarga dengan perekonomian yang sulit sejak kecil.

Kemudian Kisah dan perjalanan kehidupan Eko Yuli Irawan sampai meniti karier sebagai atlet angkat besi diangkat ke dalam sebuah film pendek berjudul “Eko Yuli Irawan The Movie.”

Dalam Instagram pribadinya, Eko Yuli mengunggah poster beserta cuplikan film pendek tersebut. Ia berharap kisah dan perjuangannya itu bisa menjadi inspirasi bagi semua orang.

“Film pendek perjalanan saya di olahraga angkat besi. Semoga bisa menginspirasi,” tulis Eko dalam unggahan Instagram-nya, @ekopower61.

Film garapan produsen apparel olahraga SFIDN FITS itu dibuka dengan kisah Eko kecil yang sehari-seharinya harus menggembala kambing di Lampung tiba-tiba tidak sengaja menemukan sasana angkat besi dan mendapat tawaran berlatih oleh pelatih klub tersebut.

Dalam film pendek berdurasi 10.25 menit tersebut, dikisahkan pula Eko yang merupakan anak tukang becak dan seorang ibu pedagang sayur itu bertekad untuk mengangkat derajat orang tuanya dengan menjadi atlet angkat besi yang bisa mewakili Merah Putih di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade.

Bertahun-tahun berlalu, Eko pun terus menjaga mimpinya hingga memutuskan untuk merantau meninggalkan kampung halamannya demi bisa tampil di Olimpiade.

Dan pada akhirnya Eko Yuli Irawan pun menjalani debut Olimpiadenya di Beijing 2008 ketika ia mempersembahkan medali perunggu.

Atlet berusia 33 tahun itu kembali menyumbangkan perunggu di London 2012, dan perak di Rio 2016 dan Tokyo 2020.

Dengan prestasi tersebut, Eko mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang konsisten menyumbangkan medali dalam empat Olimpiade berturut-turut.

Laporan: Irfan Kurniawan