Detail

Berapa Gaji Pemain Sepakbola Saat Membela Timnas? Begini Penjelasannya

Minggu, 6 Juni, 2021, 21:13 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – Terpilih dalam skuad Tim Nasional (Timnas) sepakbola, mungkin menjadi salah satu pencapaian penting bagi setiap pemain. Selain meningkatkan kebanggaan nasional, tentu saja bisa menambah ‘esensi’ dalam perjalanan karir seorang pemain apabila dipanggil oleh timnas.

Namun, tak sedikit pecinta sepakbola yang bertanya-tanya soal, ‘berapa banyak gaji yang diterima oleh setiap pemain yang bermain untuk timnas?’.

Berbeda halnya dengan klub, yang menggaji para pemainnya secara mingguan, bulanan dan tahunan, tim nasional tidak melakukan seperti yang dilakukan klub.

Saat membela klub, terlebih klub top Eropa, pesepakbola tentu mendapatkan gaji yang besar. Ambil contoh Marcus Rashford yang bisa mendapatkan 227 ribu euro atau sekitar 4 miliar rupiah per pekan dari Manchester United. Gaji pemain di level klub juga biasanya disesuaikan dengan performa pemain, dan berapa banyak penampilan sang pemain. 

Sedangkan, di level timnas, para pemain biasanya mendapatkan gaji dari setiap kali tampil per pertandingan dan dari bonus atau hadiah memenangkan sebuah kejuaraan. 

Besaran nominal gajinya pun berbeda-beda, tergantung apakah sang pemain memenangkan sebuah pertandingan atau tidak. Tentunya setiap asosiasi sepakbola negara mempunyai kebijakan masing-masing terkait dengan bayaran pemain yang tampil bermain untuk tim nasional.

Seperti di Inggris, FA atau asosiasi sepakbola Inggris telah menetapkan besaran bayaran untuk para pemain. Pada pertandingan kualifikasi atau pertandingan persahabatan, setiap kemenangan, para pemain yang tampil akan mendapatkan 1,500 pounds atau sekitar 30 Juta Rupiah. Untuk hasil imbang, para pemain menerima 1000 pounds dan 500 pounds untuk setiap kekalahan. 

Meski, FA telah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengungkapkan besarnya gaji pemain timnas Inggris, namun, media kenamaan BBC membagikan hitungan kasar, kira-kira seberapa banyak bayaran para pemain timnas Inggris.

Terkait hal ini, BBC mengambil contoh dari kebiasaan para pemain Inggris sejak 2007, yang memberikan uang honor mereka ke Yayasan Pesepakbola Inggris, yang telah didistribusikan sebesar lebih dari £ 5 juta untuk amal.

Berdasarkan £ 5 juta tersebut, jika terhitung sejak awal tahun 2008 hingga Juli 2018, terdapat 122 pertandingan yang telah dilakoni timnas Inggris. Maka bisa diartikan rataan per laga mencapai 41 ribu pounds. Jika dibagi skuad yang berjumlah 23 pemain, berarti sekitar 2 ribu pounds per pemain, per pertandingan.

Jumlah gaji yang diterima oleh pemain timnas juga bergantung dari level kompetisi yang mereka ikuti. Untuk level Piala Dunia ataupun Piala Eropa, pemain-pemain yang menjadi starting XI akan dibayar sebesar 2,500 pounds dan para pemain cadangan (baik yang bermain atau tetap di bench) akan dibayar sebesar 1,500 pounds per penampilan.

Selain mendapatkan bayaran dari setiap kali tampil membela timnas, para pemain juga biasanya akan menerima bayaran dalam bentuk bonus. Itu terjadi jika mereka yang bermain untuk timnas, mampu memenangkan sebuah kejuaraan, seperti piala eropa atau piala dunia. 

Tim nasional Prancis misalnya, saat meraih gelar juara dunia 2018, mereka menerima sejumlah uang dari FIFA sebanyak 29 juta pounds atau 38 juta dollar (setara Rp 585 miliar). FIFA pun membebaskan timnas Prancis untuk membagi uang hadiah ini pada para pemain dan seberapa besar mereka menggaji para pemainnya. Salah satu pemain yang kecipratan untung adalah Kylian Mbappe.

Kala itu, Mbappe mendapatkan uang US$ 22.300 atau Rp 320,54 juta pada setiap pertandingan di Piala Dunia 2018. Plus bonus uang US$ 350 ribu atau Rp 5,03 miliar karena Prancis meraih juara gelar dunia.  Jika di total, bonus yang didapatkan pemain PSG itu mencapai US$ 500 ribu atau Rp 7,18 miliar. Sebagai perbandingan, saat di level klub, Mbappe bisa mendapatkan gaji mencapai US$ 1,7 juta (Rp 24,43 miliar) per bulan. Tentu bonus yang diterima Mbappe di Piala Dunia tidak sebanding dengan gajinya saat di PSG.

Para pemain lainnya yang tampil di Piala Dunia 2018 juga menerima bonus masing-masing dari federasi sepakbola yang bersangkutan. FIFA memang menyiapkan hadiah 400 juta Dollar untuk 32 tim peserta piala dunia. Uang hadiah diberikan berdasarkan seberapa jauh langkah setiap tim di turnamen tersebut. Prancis sebagai sang juara tentu saja mendapatkan uang paling banyak.

Hadiah yang diterima skuad Prancis sedikit lebih banyak ketimbang yang didapat timnas Jerman saat merengkuh trofi piala dunia 2014. Jerman kala itu menerima 25 juta pounds atau 35 juta dollar (setara Rp 406,8 Miliar). Federasi Sepak Bola Jerman waktu itu memberi bonus untuk 23 pemain masing-masing sebesar 300 ribu euro atau 408 ribu dollar (sekitar Rp 4 miliar) yang berhasil memenangkan gelar Piala Dunia keempat kalinya. 

Berbeda dengan apa yang diraih Prancis dan Jerman, Timnas Ghana, Kamerun, dan Nigeria mendapatkan sedikit uang dan bonus kemenangan dibandingkan federasi lainnya. Pada piala dunia 2014, hadiah uang mereka diumumkan sebesar 1 juta euro untuk setiap kemenangan babak grup dan jumlah 102.500 dollar jika memenangkan gelar. 

Memang, kalau kita perhatikan, khususnya untuk pemain ternama ataupun pemain yang berada di klub-klub top eropa, ketika bermain di klub dan timnas mempunyai perbedaan nominal gaji yang cukup signifikan.

Akademisi Sheffield Hallam University, Dr. Rob Wilson, berkata kalau yang didapat para pesepakbola dari timnas jauh dari standar mereka.

“Saat Anda menempatkannya dalam konteks Premier League, itu bahkan tak sampai permukaannya,” kata Wilson.

Minimnya bayaran buat pemain juga jadi salah satu alasan kenapa klub sering protes pada federasi karena memulangkan pemain mereka dalam kondisi kelelahan dan cedera. absen karena pertandingan timnas.

Walaupun begitu, tidak sedikit pesepakbola yang menganggap kalau main buat timnas bukanlah soal uang, tetapi tentang implementasi jiwa Nasionalisme para pemain, ataupun bisa jadi awal untuk mendapatkan uang. Misalnya saja, pesepakbola yang tampil di Piala Dunia, berpeluang disaksikan 2,2 miliar pemirsa televisi. Sorotan ini akan membuka pintu pada sponsorship dan endorsement.

Lalu berbicara Nasionalisme, buat sejumlah pemain, adalah hal yang tabu untuk mencari uang dengan menggunakan lambang negara di dada. Cerita ini yang dirasakan Don Revie ketika menjadi manajer timnas Inggris pada 1974. Ia berjuang keras untuk menaikkan gaji pemain dari 100 paun ke 300 paun.

Sayangnya usaha Revie tidak mendapatkan sambutan yang baik dari sang kapten, Emlyn Hughes. Hughes justru menyebut kalau pemain yang harus bayar untuk bisa masuk timnas.

Contoh lain ialah Federasi Sepakbola Jerman, DFB, meningkatkan bonus buat para pemain. Kalau juara, mereka masing-masing akan mendapatkan 265 ribu paun perorang. Akan tetapi, Presiden DFB, Reinhard Grindel, bilang kalau para pemain justru tak termotivasi karena uang, melainkan karena prestise Piala Dunia itu sendiri.

“Mereka dibayar banyak untuk bermain untuk klub mereka, jadi, selama bertahun-tahun, bayaran yang mereka peroleh untuk pertandingan timnas, jika ada, menjadi kurang penting bagi mereka,” katanya.

“Bahkan jika mereka masih hanya mendapatkan uang yang sama seperti yang mereka dapatkan pada 1960-an, saya yakin 11 pemain yang turun ke lapangan untuk timnas Inggris adalah pesepakbola. Itu adalah sesuatu yang mereka sukai.” pungkasnya.

Laporan: Irfan Kurniawan