MCMNEWS.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dikabarkan akan menaikan tarif harga wisata ke Candi Borobudur.
Rencana itu pertama kali dikemukakan oleh Luhut Binsar Pandjaitan ketika dirinya melaksanakan rapat koordinasi dan peresmian DPSP Borobudur sebagai destinasi ramah lingkungan dan berkelanjutan, Sabtu (4/5/2022).
Selain itu, Luhut menjelaskan, nantinya jumlah wisatawan juga akan dibatasi yaitu hanya 1.200 orang setiap harinya. Hal itu karena mempertimbangkan dari kondisi struktur bebatuan candi.
“Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya US$100 untuk wisman dan turis domestik sebesar Rp750.000. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya Rp5.000 rupiah saja,” kata Luhut, dikutip dari laman instagramnya, Selasa, 7 Juni 2022.
Luhut juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah bergotong-royong mengembangkan konsep Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.
Kemudian, akan diterapkan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency (badan otoritas tunggal) sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, juga berbicara terkait jumlah wisatawan yang over capacity. Menurutnya, hal ini bisa memperparah struktur batu candi yang semakin aus seiring bertambahnya usia.
“Bukan artinya wisatawan merusak, tapi setiap kali wisatawan naik ke struktur Borobudur, secara otomatis [batu] mengalami keausan,” kata Sandi dalam Weekly Press Briefing, dikutip dari sebuah media.
Selain itu, pengelola juga sudah menyiapkan sandal khusus bagi wisatawan yang akan naik ke candi untuk mengurangi keausan batu.
“Ini adalah peradaban kita merupakan peninggalan dari heritage, kelestarian budaya kita juga dari nenek moyang kita,” ujar Sandi.