Rabu, 30 Sep 2020 | WIB

Tak Ditemukan Pelanggaran, Kapal Bakamla RI Bantu Kapal Ikan China Mogok di Laut Natuna Utara

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 23 Agustus 2020, 22:33 WIB
MCMNEWS.ID | Kapal Nasional (KN) Pulau Dana-323 Milik Bakamla RI. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Kapal Nasional (KN) Pulau Dana-323 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) mendatangi kapal ikan China yang mogok di Laut Natuna Utara. Bakamla tidak menangkap kapal itu dan justru membantunya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita mengatakan, mulanya KN. Pulau Dana-323 Bakamla RI mendapatkan informasi kapal asal Tiongkok lego jangkar di wilayah Perairan Natuna Utara, Sabtu (22/8).

Komandan Kapal Negara (KN) Pulau Dana-323 Letnan Kolonel Hananto Widhi kemudian mengarahkan kapal untuk mendekat ke titik koordinat keberadaan kapal.

Dari pemeriksaan awal, kapal dengan nama lambung berinisial FYYL 009 ternyata tengah mengalami kerusakan mesin di salah satu silindernya. Mendapati posisi kapal sedang kesusahan, personel Bakamla justru langsung memberi bantuan.

“Kapal tersebut tidak terbukti melakukan pelanggaran perikanan dan pelayaran sehingga tidak perlu dilakukan penahanan,” ucapnya.

“Setiba di lokasi, beberapa personel dikerahkan untuk melakukan visit board search and seizure (VBSS),” kata Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8).

Dari pemeriksaan awal, kapal dengan nama lambung berinisial FYYL 009 mengalami kerusakan mesin di salah satu silindernya. Menurut Wisnu, kapal tersebut tidak terbukti melakukan pelanggaran perikanan dan pelayaran sehingga Bakamla tidak menindak kapal tersebut.

Kapal berpendorongan tunggal tersebut pun diberikan kesempatan untuk memperbaiki kerusakan hingga pukul 18.00 WIB hari ini.

Berdasarkan informasi, diketahui jika kapal tersebut berlayar dari Samudera Hindia menuju Chiaman, Tiongkok.

“(Kapal ini) melakukan hak lintas damai, namun kapal terpaksa berhenti karena adanya kerusakan mesin,” ucapnya.

KN Pulau Dana-323 Bakamla RI pun memutuskan untuk tetap berada di sekitar kapal FYYL 009. Para personel ditugaskan untuk melakukan pengamanan selama perbaikan dan pengawalan hingga keluar perairan yurisdiksi Indonesia setelah proses perbaikan rampung.

“Ini merupakan bagian tugas Bakamla juga untuk menjamin keamanan dan keselamatan bagi para pengguna di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia,” kata Wishnu.

Perairan Natuna Utara merupakan kawasan yang kerap diperbincangkan. Pelanggaran wilayah di perairan ini kerap terjadi karena ada klaim sepihak dari China.

China dengan garis putus-putusnya menganggap sebagian perairan Natuna adalah kawasan penangkapan ikan tradisional mereka. 

Sementara negara lain termasuk Indonesia berpegang hukum laut internasional (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) yang menyatakan kawasan perairan utara Natuna adalah zona ekonomi eksklusif Republik Indonesia.

back-to-top