Minggu, 20 Sep 2020 | WIB

Saling Lempar Kursi, Kongres V PAN di Kendari Ricuh.

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 12 Februari 2020, 0:09 WIB
MCMNEWS.ID | Keributan saling lempar kursi terjadi dalam Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

MCMNEWS.ID –    Kongres PAN atau Partai Amanat Nasional mengalami kericuhan. Bahkan kericuhan sampai diselingi aksi saling lempar kursi.

Kericuhan terjadi ketika rapat pleno di ruang sidang utama lantai dua Hotel Claro saat membahas tata tertib (tatib).

Awalnya suasana di Hotel Claro Kota Kendari sebagai tempat pelaksanaan Kongres berlangsung tenang, Selasa (11/2).

Namun kedua kubu mendadak bertemu dan saling sindir meneriakan kemenangan jagoanya.

“Mulfahri-Hanafi. MH harga mati,” teriak pendukung MH.

Tidak mau kalah pendukung Zulhas juga berteriak “Pokoknya satu kali lagi Zulhas,” kompak para pendukung Zulhas.

Dua kubu pendukung Calon Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan saling lempar kursi dan botol air mineral yang ada di ruangan tersebut. Keributan itu terjadi saat skorsing atau penghentian sementara sidang kongres tersebut. Sebelum skorsing Amien Rais dievakuasi untuk keluar ruang sidang tersebut

Kejadian itu berawal ketika sidang pleno di skorsing oleh ketua sidang dan meminta para peserta kongres untuk ke luar ruangan

Namun beserta pendukung Zulkifli Hasan tika mau keluar ruangan kongres. Hal itu memancing kemarahan pendukung Mulfachri Harahap, sehingga gesekan keduanya terjadi. Akibat kejadian tersebut, ruang kongres berantakan, dan kursi berhamburan.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam langsung turun tangan dan mengarahkan personelnya untuk mengamankan keributan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih berada di dalam ruangan untuk mengantisipasi keributan susulan.

Akibat hal tersebut, sebanyak 30 orang dilaporkan terluka akibat kericuhan tersebut.

“Banyak yang berdarah, ada 30 (orang), tapi kami tidak bisa ekspos nama-namanya,” ujar Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Asri Anas, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

Ia menjelaskan, sebagian besar orang terluka akibat terkena benturan dari kursi yang dilempar di ruang sidang pleno. Bahkan, Anas menyebut, sejumlah orang mengalami luka di kepala. “Paling banyak di kepala karena terkena lemparan kursi dan benda keras dihantam,” ujar Anas.

back-to-top