Rabu, 28 Okt 2020 | WIB

Ramai Kritik Soal Borgol Aktivis KAMI, Polri: Tak Ada Perbedaan dengan Tersangka Lain

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 16 Oktober 2020, 19:00 WIB
MCMNEWS.ID | Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID   –  Langkah pihak kepolisian menampilkan dan memborgol petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditetapkan sebagai tersangka saat jumpa pers kemarin mendapat kritikan di media sosial. Polri pun menjawab kritik tersebut.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantah soal adanya perlakuan yang berbeda terhadap para tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan bahwa Polri memperlakukan semua tersangka dengan perlakuan yang sama.

“Selama ini kami sampaikan sama kan tidak ada perbedaan dengan tersangka-tersangka lain,” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Saat disinggung terkait tersangka red notice Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo, Awi Setiyono memastikan Prasetijo Utomo juga sudah berbaju tahanan. Sebelumnya, Prasetijo Utomo tidak memakai rompi tahanan saat dilimpahkan di kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Namun, dirinya kini berbaju tahanan ketika pelimpahan kasus suap red notice Djoko Tjandra.

“Tadi kan (Prasetijo Utomo-red) pakai baju tahanan kan,” kata Awi Setiyono.

Sebagaimana diketahui, saat jumpa pers kemarin, para tersangka dugaan ujaran kebencian dan penghasutan terlihat mengenakan baju tahanan oranye dan kedua tangan diikat tali ties.

Perlakuan terhadap para tersangka itu menuai kritik dari sejumlah kalangan, salah satunya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat ini menjadi anggota DPD, Jimly Asshiddiqie.

“Ditahan saja tidak pantas apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan. Sebagai pengayom warga, polisi harusnya lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekedar ‘salah’,” tulis Jimly Asshiddiqie dalam akun Twitter-nya, @JimlyAs, Jumat, 16 Oktober 2020.

Cuitan Jimly Asshiddiqie itu juga di-retweet oleh mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli. Dirinya membandingkan perlakuan ke para tersangka, di antaranya Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan, dengan teroris atau koruptor.

“Kapolri, Mas Idham Azis mungkin maksudnya memborgol Jumhur, Syahganda dkk supaya ada effek jera. Tetapi itu tidak akan effektif dan merusak image Polri, ternyata hanya jadi alat kekuasaan – it’s to far off-side ! Mereka bukan terorist atau koruptor,” tulis Rizal Ramli.

back-to-top