Detail

Putri Wapres Ma’ruf Amin Dorong Peta Jalan Pendidikan Agama Yang Inklusif

Wednesday, 21 April, 2021, 18:51 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – Putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, menilai sebagai negara yang memiliki keanekaragaman agama, suku, budaya, bahasa, adat istiadat, dan aliran kepercayaan, perlu kiranya menghadirkan sebuah pemahaman keagamaan yang penuh toleransi.

Salah satu caranya adalah melalui dunia pendidikan. Pengajaran toleransi dalam dunia pendidikan dinilai sebagai cara yang efektif untuk menumbuhkembangkan kesadaran tentang keberagaman.

Dengan adanya momentum penyusunan peta jalan pendidikan Indonesia dalam rangka menghadapi tantangan Dunia tahun 2035 yang semakin kompleks, Siti Nur Azizah Ma’ruf mengusulkan sebuah orientasi baru dalam pengajaran agama di sekolah.

Orientasi baru tersebut, dikatakan Azizah, mengarah kepada semangat pembelajaran agama yang lebih inklusif.

“Kita harus mulai meletakkan pemahaman tentang pengajaran agama secara inklusif, supaya doktrin agama bisa melampaui simbolnya. Agama bukan sekedar simbol kosong, tapi ia membawa substansi. Agama memiliki ruh dan semangat dalam menegakkan iman dan amal saleh,” kata Siti Nur Azizah, ditulis Rabu, (21/4/2021).

Azizah yang pernah menjabat Kasubdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik Kementerian Agama ini menyatakan, pendidikan agama mesti memusatkan perhatiannya kepada pembentukan anak didik.

Menurut Azizah, hal itu agar memiliki kompetensi yang tinggi, juga memiliki kepribadian yang ideal, yaitu jiwa solidaritas yang tinggi, jujur, adil, dan jauh dari virus kekerasan dan teror yang meresahkan bangsa saat ini. Pembelajaran agama yang eksklusif- dogmatis-statis, dikawatirkan menjadi pintu masuk radikalisme di sekolah.

“Orientasi pendidikan baru yang inkkusif akan terasa sangat bermanfaat ketika dihadapkan pada kompleksitas dan pluralitas agama serta tantangan dunia di masa depan. Pluralitas agama harus menjadi kekuatan konstruktif-transformatif dalam mengembangkan potensi dan model pendidikan agama kita,” jelas Azizah.

Selain itu, Azizah pun menyarankan agar dibuat terobosan dalam mereformasi dunia pendidikan agama bagi siswa agar siap menjadi manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian, berakhlak mulia dan mampu menjaga perdamaian serta kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama. 

“Ada empat jurus reformasi pendidikan agama di Indonesia. Pertama, kaji kembali buku ajar agama. Kedua, upgrade pemahaman guru agama agar lebih inklusif,” tuturnya.

“Ketiga, pemerintah harus membuat kebijakan terintegrasi pada lembaga formal, informal dan nonformal. Serta keempat,  bekali siswa keterampilan belajar 5C (Critical Thinking, Creativity, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence),” tambahnya.