Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Presiden Jokowi Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta Terkait Virus Corona

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 13 Maret 2020, 20:18 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Jokowi Saat lakukan Inspeksi di Bandara Soekarno - Hatta (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Presiden Jokowi menyerukan kepada masyarakat untuk tidak perlu takut apalagi panik untuk berpergian dari bandara.

“Karena prosedur pencegahan dan pengawasan penyebaran virus Covid-19 susah dilakukan sesuai ketentuan,” ungkapnya saat berkunjung ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, (Soetta) Jumat (13/3/2020).

Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menkes Terawan Agus Putranto, Mendagri Tito Karnavian & Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan.

Dia menegaskan pengawasan ketat di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan dengan memberlakukan dua pintu masuk berbeda bagi negara-negara yang diwaspadai.

“Penumpang dari Tiongkok, Italia, Korea Selatan, dan Iran, akan diperiksa sampai tiga kali. Di luar negara itu, diperiksa dua kali,” cetusnya.

Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menkes Terawan Agus Putranto, Mendagri Tito Karnavian & Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan.

Jokowi menegaskan pemerintah terus berusaha keras menangani wabah virus korona, dengan tanpa menimbulkan kepanikan masyarakat.

Penelusuran terhadap siapa pun yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 misalnya, dilakukan Kementerian Kesehatan dengan bantuan dari intelijen BIN dan Polri.

Sebelumnya Presiden Jokowi mendapat Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto tentang prosedur antisipasi & pencegahan penyebaran virus Covid-19 khususnya di Bandara Soetta.

Presiden selanjutnya melihat langsung petugas disinfeksi yang bertugas menyemprotkan cairan disinfektan ke fasilitas yang sering disentuh dan digunakan oleh pengguna jasa bandara.

Selanjutnya kegiatan bergeser ke area kedatangan Internasional. Jokowi meninjau prosedur pemeriksaan/screening melalui tiga tahapan yaitu dengan menggunakan Thermo gun, HAC dan Thermal scanner.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah resmi menyatakan COVID-19 sebagai pandemi karena telah menjangkiti 135.168 orang di 119 negara dengan 70.415 orang dinyatakan sembuh dan 4.990 kematian per Jumat (13/3)

Dalam dua pekan terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus di luar China hingga 13 kali lipat dengan jumlah negara terdampak yang meningkat drastis. China sendiri ada 80.814 kasus dengan total kematian 3.177 sedangkan negara-negara lain COVID-19 baru muncul misalnya di Italia terdapat 15.113 kasus dan 1.016 kematian, Iran 10.075 kasus dan 429 kematian serta Korea Selatan 7.979 kasus dan 71 kematian.

Di Indonesia pemerintah menyatakan 34 orang positif terjangkit COVID-19 dengan 2 kematian sedangkan ada 12 orang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hingga sekarang telah ada 5 orang yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia. Di Jepang, 9 WNI dari ABK Dream World dinyatakan sudah sembuh semua.

back-to-top