Kamis, 29 Okt 2020 | WIB

Polda Metro Jaya Lepas Ribuan Pelaku Unjuk Rasa Tolak Pengesahan UU Omnibus Law

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 09 Oktober 2020, 18:13 WIB
MCMNEWS.ID | Pelepasan pelaku demonstrasi menolak UU Omnibus Law di Mapolda. (Dok: Asep)

MCMNEWS.ID –  Polda Metro Jaya (PMJ) akhirnya melepas ribuan pelaku unjuk rasa penolakan UU Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) setelah sebelumnya hampir sehari semalam ditahan dan diproses serta dimintai keterangan, Jumat (9/10) sore.

Sebelum di lepas, mereka diminta menandatangani pernyataan tidak mengulang perbuatan.

Mereka duduk berdesakan tanpa jaga jarak (physical distancing) dan bahkan tampak beberapa diantaranya tak memakai masker sesuai peraturan gugus tugas corona virus (2019).

Polisi melakukan pendataan terhadap ribuan massa yang sebagian besar adalah pelajar. Mereka terlihat didampingi oleh orangtua maupun kerabatnya yang sejak pagi sudah menunggu pelepasan.

Usai didata, dan diminta untuk membacakan janji tidak mengulangi perbuatannya, lalu mereka yang dikumpulkan dihalaman parkir gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti, Polda Metro Jaya ini langsung dilepas dan terlihat pelajar yang sudah dibebaskan bersorak sorai.

Bahkan, dengan pengeras suara seorang anggota polisi meminta orang tua dan anaknya untuk kembali kerumah karena dilarang untuk berkumpul karena dapat menimbulkan penyebaran Covid-19.

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, pihaknya telah mengamankan sebanyak 1.400 orang massa.

“Ada 100 orang lagi masih kami lakukan pemeriksaan secara intensif (diduga terlibat pembakaran),” kata Calvijn.

Calvijn mengungkapkan, pihaknya membebaskan para pelajar tersebut karena tidak terbukti melakukan tindak pidana.

“Kalau motor sama HP nanti Hari Senen (12/10/2020) bisa diambil,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bidang Operasi Polres Jakut ini mengatakan, dari massa yang diamankan ada lima orang wartawan. Mereka ditangkap karena berbaur dengan massa.

“Ada 5 wartawan ya sudah dilepas,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, aksi unjuk rasa menentang pengesahan UU Cipta Kerja, Kamis (8/10) berujung bentrokan.

Massa yang sebagian besar adalah dari kalangan pelajar tersebut bergerak ke arah Istana Negara. Namun, berhasil dicegah oleh Aparat Kepolisian.

back-to-top