Detail

Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Menjelang Pelaksanaan Puasa Ramadhan

Monday, 12 April, 2021, 19:08 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan pesan kepada umat islam yang akan menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.

Haedar mengatakan bahwa dalam melaksanakan puasa, harus betul-betul dengan kondisi lahir dan batin.

“Jangan sampai puasa itu hanya mengubah jadwal makan dan minum kita, tetapi tidak mengubah perilaku makan dan minum kita yang dimestikan untuk tetap tidak boleh israf (melampaui batas)?,” Kata Haedar Nashir.

Haedar mengungkapkan, dibulan puasa Ramadan kita disunnahkan untuk melaksanakan salat tarawih.

Haedar mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri apabila salat tidak memungkinkan untuk ditunaikan di Masjid. Bukan berarti mengajak orang untuk menjauhkan diri dari masjid, tetapi karena kondisi yang masih tidak memungkinkan, selain itu melaksanakan salat di rumah pun kita bisa khusyuk.  

“Jadikan Qiyamul Lail (tahajud, tarawih,  dan salat malam) kita itu menjadikan diri kita orang-orang yang memperoleh kemuliaan dalam hidup kita lahir dan batin,” tutur Haedar.

Haedar melanjutkan, bulan puasa dapat dimanfaatkan dengan mempelajari al-Qur’an. Tetapi lebih dari itu, pahami al-Qur’an arti makna dan maksudnya dan praktekkan dalam hidup.

Ditegaskan Haedar, al-Qur’an harus jadi petunjuk mana yang baik, benar, keliru, halal, buruk, salah, yang pantas dan tidak pantas.

Haedar pun menghimbau agar bulan Ramadhan dijadikan bulan beramal sedekah.

Tak hanya itu, Haedar juga meminta bahwa bulan suci Ramadhan harus jadi wasilah untuk kita cinta bangsa.

“Perbedaan agama, ras, suku, bahkan politik jangan sampai hilang rasa cinta kita kepada sesama. Maka orang mukmin harus mencintai sesamanya dalam keragamaan dan cintanya harus tulus,” terang Haedar.

“Indonesia ini milik kita bersama diperjuangkan bersama-sama dan kita umat Islam memberi saham besar bagi Indonesia maka kondisi apapun pada bangsa ini menjadi tanggung jawab bersama. Tumbuhkan sikap tabligh, amanah, sidiq, dan fatonah. Kalau mempraktekkan itu insyaAllah selamat dan maju,” sambungnya.