Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Pelajar STM Viral, Luthfi : Saya Disetrum Polisi Dipaksa Ngaku Lempar Batu saat Aksi di DPR

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 21 Januari 2020, 7:32 WIB
MCMNEWS.ID | Lutfi, pembawa bendera di demo saat persidangan kasus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

MCMNEWS.ID – Pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM, Lutfi Alfiandi, mengaku dianiaya penyidik ketika ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.

Hal itu diungkapkan Luthfi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020). Dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa, lutfi membeberkan bahwa dirinya terus menerus diminta mengaku telah melempar batu ke arah polisi.

“Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar,” ujar Lutfi di hadapan hakim, Senin (20/1/2020).

Ketika itu, Luthfi mengaku dalam kondisi tertekan sehingga akhirnya terpaksa mengaku melempar batu ke arah aparat kepolisian meskipun tidak dilakukannya. Desakan dan tekanan itu membuat dia akhirnya menyatakan apa yang tidak dilakukannya.

“Karena saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu. Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga,” kata Lutfi.

“Saya disterum di sini dan sini,” ucap Lutfi sambil menujukkan pipi kanan-kirinya.

“Sempat juga ditendangin, kira-kira setengah jam (30 menit),” lanjutnya.

“Waktu itu polisi nanya, apakah benar saya yang fotonya viral. Terus pas saya jawab benar, lalu mereka berhenti menyiksa saya,” ujar dia.

Lutfi menyebut dirinya ditangkap polisi pada 30 September 2019.

Setelah diperiksa di Polres Jakarta Barat, ia langsung dipindahkan pada 3 Oktober 2019 ke Polres Jakarta Pusat.

Di Polres Jakarta Pusat, Lutfi kembali dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Diakuinya aksi di parlemen tidak dibayar, melainkan atas kesadaran diri sendiri.

“Itu kemauan hati nurani saya sendiri,” ucapnya.

back-to-top