Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

PDIP Tangsel Sindir Elit Demokrat Yang Campuri Urusan Gibran, Wanto: Urus Saja AHY !!

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 20 Juli 2020, 15:37 WIB
MCMNEWS.ID | Wanto Sugito, Ketua DPC PDIP Kota Tangsel.

MCMNEWS.ID – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wanto Sugito, menyebut tidak etis jika elit Partai Demokrat ikut mencampuri urusan dapur internal PDIP.

Hal itu bermula ketika elit Partai Demokrat mengomentari keputusan PDI Perjuangan soal penetapan anak Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming yang maju dalam pertarungan merebutkan kursi nomor satu di Kota Solo.

“Kami heran dengan sejumlah pernyataan elit Demokrat yang muncul di media maupun medsos. Kenapa petinggi Demokrat harus repot mempertanyakan soal penetapan Gibran Rakabuming sebagai calon Walikota Solo yang diusung PDI Perjuangan,” ujar Wanto, Senin (20/7/2020).

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Sektetaris Jenderal (Sekjend) Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) itupun mengungkapkan, Partai Demokrat tidak perlu mengurusi dapur PDI Perjuangan. Dikatakan Wanto, menurutnya lebih baik Partai Demokrat mengurusi dapur mereka yang dinilai masih bermasalah.

Wanto menjelaskan, yang dimaksud dengan masih bermasalahnya internal Partai Demokrat yaitu penetapan anak Susio Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara aklamasi yang digugat oleh pendiri Partai Demokrat.

Seperti diketahui, nama-nama pendiri Partai Demokrat yang menggugat antara lain Subur Sembiring, Hengki Luntungan, dan Murtada Sinuraya yang semuanya tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan deklarator (FKPD) partai Demokrat.

“Apa perlu dibuka jejak digital, saat SBY di istana kerap bicara tentang partai Demokrat?,” tantang Wanto.

“Jadi lebih baik Demokrat urus saja AHY. Fokus dulu diinternalnya dan mempersiapkan kadernya untuk bertarung di Pilkada 2020 dari pada meramaikan soal penetapan Gibran,” tambahnya.

Wanto melanjutkan, Partai Demokrat seharusnya sadar dan lebih mengaca diri untuk tidak banyak berkomentar sinis dengan menyebut bahwa penetapan Gibran sebagai Calon Walikota Solo akan membentuk dinasti politik.

“Seandainya pak Jokowi membuka pintu koalisi kepada Demokrat, bisa ditebak SBY akan segera menyodorkan nama AHY masuk ke kabinet. Jadi meributkan dan mengaitkan dinasti politik ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” jelasnya.

Menurut Wanto, pengumuman 45 nama calon kepala daerah oleh Megawati Soekarno putri adalah mandat yang harus dilaksanakan dengan kerja keras demi memenangkan suara rakyat.

Semua kader PDI Perjuangan dan para calon pemimpin daerah yang diusung PDI Perjuangan harus turun ke bawah bergerak bersama dalam satu rampak barisan.

“Seharusnya ada kesadaran bahwa cuitan di medsos itu tidak akan memenangkan suara rakyat. Tapi menangis dan tertawa bersama rakyatlah yang membuat kita bahagia,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menuding bahwa ada deal yang dilakukan presiden Jokowi di istana terkait majunya Gibran di akun media sosial miliknya.

back-to-top