Detail

NTT Dilanda Banjir, DPD RI Dorong Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Monday, 5 April, 2021, 15:14 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin mendorong agar pemerintah pusat melalui Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat bencana untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang dilanda banjir.

Menurut Sultan, penetapan status tersebut memungkinkan untuk proses pemulihan lebih efektif.

“Dengan bencana alam yang demikian kompleks ini, pemerintah tak perlu ragu untuk menetapkan status tanggap darurat bencana terhadap wilayah terdampak,” kata Sultan dalam keterangan tertulis yang diterima Mcmnews.id, Senin, (5/4/2021).

“Pilihan kebijakan darurat ini akan memungkinkan proses pemulihan secara efektif dan signifikan di tengah pandemi,” lanjutnya.

Senator muda asal Bengkulu itupun menyampaikan rasa dukanya kepada seluruh masyarakat NTT.

“Kita bisa merasakan apa yang sedang saudara-saudara kami di NTT rasakan saat ini. Dari apa yang terjadi merupakan bencana nasional yang wajib kita prioritaskan untuk dipulihkan bersama secara cepat dan tepat,” tuturnya.

Dikatakan Sultan, berdasarkan hasil pantauan BMKG, karena cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, maka proses tanggap darurat bencana melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara cepat dan tepat pada saat kejadian bencana akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani dampak buruk yang ditimbulkan.

Lanjut Sultan, baik masalah penanganan pasca evakuasi, kesehatan pengungsi maupun pemulihan psikologi masyarakat yang terdampak, khususnya anak-anak.

Seperti diketahui, bahwa sedang terjadi bencana banjir, tanah longsor dan badai di hampir semua daerah di wilayah NTT sejak Jum’at (02/04) kemarin akibat badai la nina dan cuaca ekstrem.

Terkonfirmasi warga menjadi korban akibat tertimbun longsor, terlindas bangunan dan terbawa arus banjir telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di Flores.

Menurut data terkahir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan menyebut setidaknya 41 orang tewas dalam bencana banjir bandang di Flores.