Detail

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada 13 April

Monday, 12 April, 2021, 18:55 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhamamdiyah telah menetapkan bahwa puasa Ramadan 1442 Hijriyah dimulai pada Selasa 13 April 2021.

Hal itu tertuang dalam Maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.

Dari maklumat tersebut dalam disimpulkan bahwa Ramadan jatuh pada 1442 Hijriyah atau pada Selasa Wage, 13 April 2021 M, 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021 M, 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada Ahad Pon, 11 Juli 2021 M.

Sementara Hari Arafah 9 Zulhijah 144 H, pda Senin Legi, 19 Juli 2021 M dan Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H, pada Selasa Pahing, 20 Juli 2021 M.

Seperti yang diketahui bahwa dalam penentuan hari-hari penting ini Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Dalam bidang fikih menyangkut penentuan waktu-waktu ibadah, hisab digunakan dalam arti perhitungan waktu dan arah tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah, seperti penentuan waktu salat, waktu puasa, waktu Idulfitri, waktu haji, dan waktu gerhana untuk melaksanakan salat gerhana, serta penetapan arah kiblat agar dapat melaksanakan salat dengan arah yang tepat ke Kakbah.

Penetapan waktu dan arah tersebut dilakukan dengan perhitungan terhadap posisi-posisi geometris benda-benda langit, khususnya matahari, bulan, dan bumi yang digunakan untuk menentukan waktu-waktu di muka bumi dan arah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, berpesan agar bekas-bekas ibadah nampak dalam perilaku, ucapan dan amal saleh kepada manusia dan lingkungan sekitar.

“Pesan kami, laksanakan puasa dan segenap ibadah di bulan Ramadan dengan penuh ketulusan, taqarrub dan selalu dekat kepada Allah serta jadikan puasa dan ibadah di bulan Ramadan sebagai wasilah atau media untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, amal salih dan kualitas diri kita yang berilmu dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan untuk rahmatan lil alamin,” pesannya, dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah.

“Bagi kita yang berpuasa, jadikan puasa sebagai jalan menuju kualitas ketakwaan kita yang kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga dengan ketakwaan, kita menjadi orang yang saleh dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan kemanusiaan semesta,” imbuh Haedar.